Motor Tersangkut Rel Berujung Tertabrak Kereta Api, Driver Ojol Ini Tewas

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 17/Mar/2024 06:08 WIB
Suasana lokasi driver ojol tewas tersambar kereta api di pelintasan kereta api tanpa palang pintu kawasan Jalan Padang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kota Medan, Sabtu (16/3/2024) siang. (Foto:Istimewa) Suasana lokasi driver ojol tewas tersambar kereta api di pelintasan kereta api tanpa palang pintu kawasan Jalan Padang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kota Medan, Sabtu (16/3/2024) siang. (Foto:Istimewa)

MEDAN (BeritaTrans.com) - Pengendara ojek online  (Driver Ojol) tertabrak kereta api di pelintasan tanpa palang pintu kawasan Jalan Padang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kota Medan, Sumatera Utara pada Sabtu (16/3/2024) siang.

Korban yang bernama Abdul Gani Nasution tersebut langsung tewas di lokasi tersebut.

Baca Juga:
Tertabrak Kereta Api di Sergai, Bocah 10 Tahun Tewas Tragis

Saat kejadian motor korban tersangkut di rel yang tidak ada bantalan sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

"Korban bernama Abdul Gani Nasution, warga Jalan Kenari VII Perumnas Mandala, Kelurahan Kenangan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang," ungkap Kapolsek Percut Seituan Kompol Jhonson Managara Sitompul, Sabtu (16/3/2024).

Baca Juga:
KA Pandalungan Tertabrak Mobil di Pasuruan, KAI Imbau Masyarakat Agar Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas

Korban ditabrak kereta api Siantar Expres Ka.U 77 A. Saat polisi tiba, jasad korban berada di atas becak dan ditutup dengan kain.

Kompol Jhonson mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mata, sebelum kejadian pria berusia 38 tahun yang mengendarai Honda Beat bernopol BK 6533 AJG itu datang dari arah Jalan Padang.

Baca Juga:
Viral, Kakek 61 Tahun Sebrangi Rel Tertabrak KA di Sragen

Korban lalu melewati perlintasan tanpa palang di jalan itu. Ia menyeberangi jalur perlintasan menuju Jalan Rajawali Perumnas Mandala.

Namun ban sepeda motor yang dikendarainya masuk lobang dan tersangkut di samping rel. Dan pada saat yang bersamaan melaju kereta api Siantar Expres.

Saksi mata, kata Kapolsek, mendengar kereta api tersebut sudah beberapa kali membunyikan klakson. Namun korban belum juga bergerak dari posisinya.

Akhirnya kereta api itu menabrak korban beserta sepeda motornya hingga terpental hingga beberapa meter.

"Korban tewas di tempat," ujar Kapolsek.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk persemayaman dan selanjutnya dimakamkan. Sedangkan sepeda motor korban dibawa ke Unit Lantas Polsek Percut Seituan.

Kecelakaan di perlintasan kereta api masih kerap terjadi di Kota Medan, baik yang memiliki palang maupun tidak. Kalaupun perlintasan tersebut memiliki palang, tetap saja masih banyak yang tergolong berbahaya.

Hal itu karena palang yang dipasang berjarak cukup dekat dari simpang atau lampu merah. Ditambah lagi lalu lintas kendaraan yang sangat tinggi di jalur itu dan kerusakan jalan di rel. 

Pantauan di lokasi kejadian, posisi korban terlempar sejauh kurang lebih 20 meter dari titik tabrakan di pelintasan. Kondisinya tewas seketika akibat luka berat di bagian kepala.

Suasana di TKP mendadak ramai dengan warga yang kemudian mengevakuasi korban bersama polisi. Terlihat istri korban menangis histeris saat datang ke lokasi melihat suaminya.(fhm)