Menhub: Pelabuhan Merak Khusus Penumpang dan Panjang untuk Urai Kemacetan

  • Oleh : Naomy

Minggu, 07/Apr/2024 16:27 WIB
Suasana di Pelabuhan Merak Suasana di Pelabuhan Merak

MERAK (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meninjau Pelabuhan Merak, Ahad (7/4/2024). 

Menhub dan Menko PMK memaparkan beberapa langkah untuk urai kepadatan di Merak yang tampak mulai hari ini.

Baca Juga:
Menhub Dorong Kolaborasi pada Layanan Angkutan Laut dan Logistik Meningkat

Dia menyampaikan, mengurai kepadatan di Merak, pihaknya akan memaksimalkan Pelabuhan Panjang, Lampung sebagai jalur alternatif penyeberangan untuk melayani pemudik saat terjadi kepadatan.

“Kami memaksimalkan untuk dapat memanfaatkan Pelabuhan Panjang di Tanjung Karang, Lampung. Akan dibuat rute ke Panjang, baik dari Bakahueni maupun Ciwandan. Nanti dipilah peruntukannya. Karena, jika ke Panjang maka menghemat hampir 1 jam perjalanan bagi yang ingin ke Ibu Kota Lampung. Ini sangat positif," ucap Menhub.

Baca Juga:
Pemerintah Beri Kemudahan Operasional Kapal Wisata

Selain itu dia telah meminta Kapolda Banten untuk menindak truk ODOL (Over Dimension Over Load) karena dirasakan dengan adanua truk ini di jalanan maka akan menghambat laju kendaraan pemudik, sehingga terjadi kepadatan. 

“Tadi kami ada kesepakatan dengan Kapolda, ada tindakan hukum yang harus kita lakukan terhadap ODOL tanpa terkecuali. Kita minta pemilik untuk mentaati, atau kita akan pinggirkan mereka untuk tidak jalan, karena mereka menganggu perjalan mudik kali ini,” ucap Menhub.

Baca Juga:
Menhub Dukung Optimalisasi Bisnis di Nipa Transshipment Anchorage Area

Sementara itu Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan telah mengambil kebijakan bahwa kapal dari Merak ke Bakauheni hanya akan menurunkan penumpang lalu kembali ke Merak. 

Sementara itu, untuk bongkar-muat, akan dilakukan dari pelabuhan Ciwandan ke Bakauheni atau Ciwandan ke Pelabuhan Panjang. 

Menko Muhadjir mengatakan masih akan melihat perkembangan dari kebijakan itu. Sebab, dalam situasi sekarang jumlah penumpang cukup banyak.

"Di samping akan kita lihat perkembangan, nanti kapal dari Merak ke Bakauheni itu hanya nge-drop penumpang, semuanya, dan langsung kembali ke Merak untuk angkut penumpang. Tidak ada lagi skema 7-3 atau 4-3 tidak ada, kemudian untuk yang membongkar dan muat itu hanya dari Ciwandan ke Bakauheni, atau ke Panjang. Sementara dari Merak khusus untuk drop saja. Kosong balik untuk isi kembali. Tentu saja ini akan kita lihat perkembangan karena mengingat antisipasi situasi sekarang perkembangan," urai Menko Muhadjir.

Kapolda Banten Komjen. Pol. Rudy Heriyanto Adi Nugroho menyampaikan masyarakat yang belum memiliki tiket diharapkan jangan melalukan pembelian tiket di perjalanan. 

Hal ini karena akan menganggu masyarakat yang sudah memiliki tiket sebelumnya. 

"Jadi imbauan kami kapada masyarakat yang akan mudik ke Merak, diharapkan lakukan pembelian tiket sebelum berangkat ke Merak dari rumah. Sudah ada fasilitas online ini akan mengurangi lalu lintas di tol ataupun Merak,” ucapnya.

Dirut PT ASDP Ira Puspadewi menyebut bahwa tiket telah habis hingga 8 April 2024, tidak ada tambahan tiket sehingga masyarakat yang berangkat adalah masyarakat yang telah memiliki tiket di tangan.

“Memang sudah habis sama seperti naik kerata api atau pesawat, kalau sudah habis tidak bisa ditambahkan,” sebutnya.

Turut hadir Gubernur Banten Al Muktabar dan Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno. (omy)