Belum Layani Penumpang, Stasiun Whoosh Karawang Punya Peran untuk Pastikan Kelancaran Perjalanan

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 28/Apr/2024 09:10 WIB
Foto/dok.KCIC Foto/dok.KCIC

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Stasiun Whoosh Karawang saat ini tetap memiliki peran penting untuk kelancaran operasional Whoosh meskipun belum sepenuhnya melayani naik turun penumpang. 

Sejak diresmikan pada Oktober 2023, Stasiun Karawang saat ini memiliki fungsi untuk memastikan perjalanan kereta cepat Whoosh menuju Halim dan Tegalluar dalam kondisi aman.

Baca Juga:
KCIC Hadirkan Layanan Ramah Anak di Kerrta Whoosh untuk menyambut Hari Anak Nasional

GM Corporate Secretary Eva Chairunisa menyebutkan, di tengah proses peningkatan Aksesibilitas yang dilakukan oleh seluruh stakeholder, Stasiun Karawang tetap memiliki peran penting dalam perjalanan Whoosh yang jumlahnya terus meningkat.

"Saat ini perjalanan Whoosh sudah mencapai hingga 52 perjalanan, jumlahnya terus meningkat dari awalnya 14 perjalanan per hari pada saat diresmikan. Sejak awal, para petugas Stasiun Karawang terus memastikan agar berbagai fasilitas operasi dan pelayanan tetap dapat beroperasi dengan baik," ujar Eva dalam keterangan resmi, Ahad (28/4/2024).

Baca Juga:
Soal Kerugian WIKA Akibat Proyek Whoosh: Ini Jawaban KCIC

Adapun petugas yang dimaksud antara lain petugas operasional, pelayanan, keamanan, dan kebersihan untuk memastikan kondisi stasiun dan lintasan selalu berada dalam kondisi terbaik. Termasuk juga petugas comprehensive controller untuk menjaga kondisi seluruh fasilitas pelayanan seperti mesin tiket, gate in, PIDS, CCTV, Lampu, hingga AC tetap baik.

Baca Juga:
Kereta Whoosh Sukses Layani 4 Juta Penumpang: Dampak Positif di Bidang Pariwisata

Tak hanya itu, di stasiun Karawang juga terdapat Unit On Call Emergency yang berfungsi untuk mengatur perjalanan Whoosh secara lokal saat keadaan darurat. Unit tersebut merupakan kepanjangan tangan dari Operational Control Center (OCC) Whoosh yang berada di Tegalluar sehingga keberadaannya sangat penting dalam menjaga kelancaran dan keamanan operasional Whoosh.

"KCIC memastikan bahwa pengaturan petugas di Stasiun Karawang saat ini dilakukan soptimal mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan operasi Whoosh," tambah Eva.

Lalu tersedia juga jalur mini depo untuk penyimpanan kereta kerja yang berfungsi untuk melakukan perawatan lintasan serta melakukan penanganan dan perbaikan dengan cepat jika terjadi kendala di tengah lintasan Jakarta-Bandung.

Untuk pelayanan naik turun penumpang, KCIC bersama seluruh stakeholder terus melakukan peningkatan aksesibilitas menuju stasiun Karawang di kawasan Trans Heksa Karawang (THK), Deltamas, serta jalan Tol Jakarta-Cikampek. 

Nantinya, akan ada akses sepanjang sekitar 1,5 km dari THK dan Deltamas menuju Stasiun Karawang yang saat ini sedang dalam tahap akhir pembebasan lahan untuk selanjutnya memasuki tahapan persiapan konstruksi. 

Sedangkan akses dari Tol Japek saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dan pembangunan. Rencananya pembangunan dilakukan tahun ini sebagai bagian dari Proyek Strategi Nasional dari pemerintah pusat.

Dengan adanya akses tersebut, Stasiun Karawang akan terkoneksi dengan berbagai kawasan industrial, perkotaan, dan pusat perbelanjaan. KCIC juga terus melakukan komunikasi dengan berbagai provider penyedia layanan transportasi untuk memenuhi kebutuhan konektivitas antar moda dari dan menuju stasiun Karawang.

“Karawang sebagai kota industri terbesar di Asia Tenggara tentu membutuhkan moda transportasi modern yang baik. Kami akan terus bekerja keras agar layanan Kereta Cepat Whoosh bisa segera dinikmati oleh masyarakat di sekitar stasiun Karawang,” tutup Eva.(fhm)