Peduli Kelestarian Lingkungan, ASDP Kembali Gelar Ocean Clean Up Day di 27 Cabang

  • Oleh : Naomy

Minggu, 28/Apr/2024 17:34 WIB
Aksi bersih pantai oleh ASDP Aksi bersih pantai oleh ASDP

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Masih dalam rangka meriahkan HUT ke-51, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menggelar kegiatan "Ocean Clean Up Day"  atau aksi bersih-bersih lingkungan oleh seluruh karyawan bersama mitra dan komunitas di wilayah Pelabuhan ASDP.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan, kegiatan "Ocean Clean Up Day" yang digagas tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini sebagai rangkaian HUT ke 51 ASDP yang digelar secara serentak pada Sabtu (27/4/2024).

Baca Juga:
Apresiasi Insan Pers, 13 Media Nasional Berhasil jadi Juara ASDP Journalism Awards 2024

"Kegiatan ini menjadi bukti konkret partisipasi aktif dari karyawan ASDP terhadap lingkungan, khususnya di wilayah operasional pelabuhan," ungkap Shelvy. 

Sejak kampanye "Laut Bukan Tempat Sampah" yang digagas ASDP pada 2021, ASDP menggelar "Ocean Clean Up Day" setiap tahunnya. 

Baca Juga:
ASDP Sebut Anggaran Pembangunan Kawasan BHC Sudah Capai Rp270 Miliar

"Hal ini bukan sekadar kegiatan rutin perusahaan, namun wujud nyata dari komitmen ASDP dalam menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan laut. Dalam kegiatan ini, kami mengundang tidak hanya karyawan ASDP, tetapi juga komunitas setempat untuk turut serta, bersama-sama memungut sampah di area pantai dan laut sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga ekosistem pantai dan laut," ujarnya.

Diungkapkan bahwa salah satu permasalahan yang menjadi perhatian dunia ialah keberadaan sampah plastik di laut yang mengancam ekosistem laut. 

Baca Juga:
Progres Pembangunan Skywalk Capai 70%, ASDP Akselerasi Pengembangan Kawasan BHC

Dari kegiatan ini, ASDP menargetkan dapat mengumpulkan hingga 20 ton sampah plastik, atau setara dengan 120 ton karbon.

Dikutip dari National Geographic, pada 2040, jumlah akumulasi sampah plastik di lautan diperkirakan mencapai 600 juta ton apabila tidak ada penanganan serius. 

Tidak hanya berdampak pada kerusakan ekosistem laut, sampah plastik juga akan mempengaruhi siklus rantai makanan, yang mana tentunya akan berdampak sangat buruk pada kesehatan manusia dan ekosistem lainnya.

Menurut Shelvy, permasalahan sampah plastik bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan instansi terkait saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat perlu sadar dan berperan aktif serta berkontribusi dalam menangani permasalahan sampah plastik.

Adapun kegiatan dalam kegiatan "Ocean Clean Up Day" adalah membersihkan sampah di tepi pantai dan di laut dengan cara menyelam atau menggunakan perahu, memilah sampah berdasarkan jenis, menimbang sampah yang telah diangkut, dan melaporkan hasil timbangan tersebut ke kantor pusat.

Dia menambahkan, sebagai operator kapal dan pelabuhan, ASDP memahami betul pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan "Ocean Clean Up Day" ini dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga kebersihan laut dan pantai untuk generasi mendatang.

"Kami berharap kehidupan bawah laut tidak terganggu dengan sampah plastik yang digunakan secara tidak bertanggungjawab oleh manusia," imbuh Shelvy.

Dari ASDP Cabang Bakauheni, karyawan bersama masyarakat setempat melakukan aksi bersih-bersih pantai di Pantai Minang Ruak, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, dengan menerjunkan karyawan cabang sebanyak 150 orang.

General Manager ASDP Cabang Bakauheni Capt. Rudi Sunarko menyampaikan, kegiatan bersih-bersih pantai tersebut dilakukan demi menjaga agar laut tidak tercemar dan ekosistem di dalamnya seperti terumbu karang bisa tumbuh lebih baik dan berkembang sebagaimana mestinya.

“Dalam rangka meramaikan HUT ke 51 ASDP, karyawan Cabang bersama mitra melakukan aksi bersih-bersih pantai secara serentak di seluruh Cabang ASDP di Indonesia, termasuk ASDP Bakauheni yang melaksanakan aksi di tempat rekreasi Pantai Minang Ruak ini,” katanya.

ASDP, lanjutnya, mengajak masyarakat agar bisa menjaga lingkungan dari limbah sampah yang membahayakan, agar lingkungan terhindar dari pencemaran yang merugikan.

"Jika sudah tercemar, ekosistem yang ada di dalam laut tidak bisa kita manfaatkan lagi. Dengan demikian, kita harus bisa menjaga kelestarian lingkungan di sekitar kita, baik di darat maupun laut," ungkap dia.

Tidak hanya di Bakauheni, aksi bersih-bersih juga dilakukan di ASDP Cabang Danau Toba yang melibatkan stakeholder mengumpulkan sampah plastik dan tumbuhan liar dari area pantai pelabuhan penyeberangan Ajibata.

Aksi "Ocean Clean-up Day" ini selain diikuti karyawan ASDP Ferry juga diikuti oleh Staf Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba dan personel Basarnas Danau Toba.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Danau Toba Fauzi Akhmad turut mengajak masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan menjadikan kawasan perairan Danau Toba yang bersih dan bebas dari sampah, yakni dengan tidak membuang sampah ke Danau.

Diketahui, Danau Toba telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) berkelas Dunia. Untuk itu, masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan. 

Dengan kondisi danau yang terjaga kebersihannya dan tidak tercemar, maka wisatawan yang datang ke Danau Toba terus meningkat.

Ditambahkannya, permasalahan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan instansi yang terkait saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat perlu sadar dan berperan aktif serta berkontribusi dalam menangani permasalahan sampah plastik.

Cabang Danau Toba berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak empat karung dan tumbuhan-tumbuhan liar 20 karung dari area pantai pelabuhan penyeberangan Ajibata. (omy)