Viral Nelayan Aceh Buang Ikan Karna Harga Anjlok, Ini Langkah Pemerintah Pusat dan Daerah

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 10/Mei/2024 06:49 WIB
Dirjen PDSPKP saat meninjau langsung  ikan ikan hasil tangkapan nelayan di PPS Lampulo Dirjen PDSPKP saat meninjau langsung ikan ikan hasil tangkapan nelayan di PPS Lampulo

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kolaborasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemprov Aceh berhasil menstabilkan harga ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Banda Aceh.

Kini, harga ikan di lokasi tersebut berangsur membaik seperti ikan layang dari semula Rp5000 per kilogram (Kg) menjadi Rp8000 - Rp10.000 per kg. 

Baca Juga:
Pulihkan Alam, Pemerintah Indonesia Perkuat Blue Natural Capital

Begitu juga harga ikan deko naik dari Rp3.000 per kg menjadi Rp7.000 per kg. 

"Kami terus pantau harga ikan disini. Setelah mendengar harganya jatuh, atas perintah Bapak Menteri kami langsung lakukan sejumlah langkah taktis bersama dengan Pemprov dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan," terang Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo usai meninjau lokasi di PPS Lampulo.

Baca Juga:
World Ocean Day, Menteri KKP Trenggono Serukan Pentingnya Kebersihan Laut

Adapun sejumlah langkah yang dilakukan diantaranya mencari Unit Pengolah Ikan (UPI) ikan beku di luar Aceh untuk menyerap tangkapan nelayan di PPS Lampulo. Tak hanya itu, dia juga menggandeng produsen tepung ikan untuk turut memaksimalkan tangkapan nelayan yang tak layak konsumsi guna dijadikan bahan baku.

Termasuk berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memantau sekaligus mengawal pergerakan harga ikan. 

Baca Juga:
Jamin Kepastian, Kementetian-KP Dukung Sertifikasi Halal Produk UMKM

"Kami tidak berdiam diri, karena pesan Bapak Menteri jelas bahwa kita harus berpihak ke nelayan. Jangan sampai hasil tangkapan mereka dihargai kurang proporsional," tegasnya. 

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DI Aceh, pasca lebaran sekitar 60 kapal berangkat menangkap dan kembali pada saat yg hampir bersamaan. Jumlah ini melebihi kondisi normal yang biasanya 10 - 15 kapal. Budi memastikan terkait viralnya pembuangan ikan yang rusak di kapal tidak dilakukan oleh nelayan. Sebaliknya, hal tersebut merupakan tindakan petugas untuk membersihkan ikan yang telah membusuk sekaligus menghindari bau serta penyebaran penyakit.

Selama ke PPS Lampulo, Budi berdialog dengan dinas, nelayan dan pedagang. Hasilnya, Dinas Kelautan dan Perikanan berencana melakukan percontohan penerapan freezer di kapal. Rencana ini mendapatkan sambutan baik pemilik kapal untuk dijadikan percontohan sebagai upaya peningkatan kualitas hasil tangkapan.

"Alhamdulillah sejumlah langkah dan komunikasi antar pihak tadi berhasil mengerek harga ikan. Kami optimis setelah ini harga ikan kembali stabil," tuturnya. 

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan peningkatan angka konsumsi ikan erat kaitannya dengan pemenuhan gizi masyarakat. Termasuk juga membantu kesejahteraan pelaku utama perikanan, seperti nelayan dan pembudidaya.   

“Ini sebagai satu pesan untuk peningkatan gizi, supaya gizi masyarakat meningkat dengan mengonsumsi ikan. Karena ikan ini bisa kita produksi di dalam negeri sendiri,” kata Menteri Trenggono. (Fhm)