Menhub Sebut Pentingnya Kolaborasi Antarpemangku Kepentingan

  • Oleh : Naomy

Rabu, 10/Jul/2024 17:32 WIB
Menhub dan peraih penghargaam di Rakornis Ditjen Hubdat Menhub dan peraih penghargaam di Rakornis Ditjen Hubdat


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antara kementerian/lembaga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kepolisian, BUMN dan swasta.

"Hal itu guna mewujudkan transportasi darat yang berintegritas dan berkeselamatan," ucap Menhub saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (10/7/2024).

Baca Juga:
Tingkatkan Minat Masyarakat Gunakan Angkutan Umum, Hadir Bus Baru Berkualitas

Transportasi darat yang berintegritas dan berkeselamatan menurutnya, sangat mungkin terwujud apabila ada koordinasi, komitmen, dan kolaborasi yang kuat dan nyata antarpemangku kepentingan. 

Selain itu, kemauan yang sama untuk berbuat lebih baik juga menjadi poin penting untuk merealisasikannya.

Baca Juga:
Pekan Nasional Keselamatan Jalan 2024 Dimulai, Menhub Kembali Ingatkan Masyarakat Pentingnya Keselamatan Berkendara

Rakornis mengusung tema "Sinergitas Kebijakan Menuju Transportasi Darat yang Berintegritas dan Berkeselamatan".

Dia mengatakan, transportasi darat memegang peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan. 

Baca Juga:
Pengemudi Transportasi Online Diminta Tingkatkan Keselamatan Berkendara

Menurutnya juga, faktor keselamatan merupakan muara utama dalam penyelenggaraan transportasi di tanah air. 

Ada beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian dalam rangka mewujudkan transportasi darat yang berintegritas dan berkeselamatan. 

Aspek tersebut antara lain insan perhubungan harus meningkatkan kualitas seluruh infrastruktur transportasi darat, baik sarana maupun prasarana serta fasilitas lainnya; meningkatkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam sistem transportasi darat; serta penggunaan Intelligent Transportation Systems (ITS) untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi lalu lintas, hingga meningkatkan keselamatan. 

"Penerapan e-ticketing, monitoring kendaraan secara real-time, dan teknologi lain juga penting untuk mencegah atau menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan di jalan raya," katanya.

Adapun aspek lainnya, penting untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor transportasi darat.

“Pelatihan dan sertifikasi bagi pengemudi, teknisi, dan petugas transportasi lainnya harus terus ditingkatkan. Tak hanya itu, kita juga perlu mendorong riset dan pengembangan dalam bidang transportasi untuk menemukan solusi-solusi yang inovatif,” terang Menhub.

Dalam kesempatan itu, dia juga membeberkan keberhasilan penyelenggaraan mudik yang telah dilaksanakan pada tahun 2024. 

Kata Menhub, keberhasilan ini tak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, PT Jasa Raharja, PT Jasa Marga, PT ASDP Indonesia Ferry, serta PT Dharma Lautan Utama. 

“Tingkat kepuasan masyarakat terhadap mudik terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika tahun lalu tingkat kepuasan masyakarat berada di angka 89 persen, tahun ini naik menjadi 90,5 persen. Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran arus mudik dan semoga kita bisa terus bersinergi untuk sektor transportasi di dalam negeri,” jelas Menhub.

Menhub menambahkan, Presiden Jokowi secara intens melakukan pemantauan dan memberikan pengarahan terkait penyelenggaraan arus mudik kepada Kemenhub dan stakeholder lainnya, dalam hal ini terkhusus Kementerian PUPR. 

Alhasil, dari evaluasi dan rapat yang telah dilakukan bersama, tercetus tiga hal strategis yang diklaim mampu mendongkrak tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan arus mudik di masa yang akan datang.

“Untuk diketahui, ada tiga hal besar yang akan dilakukan. Pertama, menambah jumlah rest area di banyak tempat. Kedua, merevitalisasi Pelabuhan Bojonegara, di mana Pak Menteri PUPR setuju untuk membuat akses jalan masuk sehingga truk tidak langsung menuju ke Merak. Dan ketiga, pemanfaatan On Board Unit (OBU) yang merupakan satu mekanisme pembayaran tol otomatis, di mana kendaraan bisa langsung lewat tanpa harus berhenti di gerbang tol. Saya berterima kasih kepada Pak Menteri Basuki yang sudah banyak membantu dalam merealisasikan kemajuan sektor transportasi ini,” ungkap Menhub.

Menhub berharap agar peserta Rakornis dapat merumuskan langkah-langkah strategis dan konkret untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas transportasi darat di Indonesia.

“Mari jadikan momen ini sebagai ajang untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi, yang dapat diterapkan di lapangan,” tutup Menhub.

Sebagai informasi, dalam Rakornis ini, Menhub juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang telah berperan aktif dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2024. 

Beberapa yang menerima penghargaan, di antaranya: Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, PT Jasa Raharja, PT Jasa Marga, PT ASDP Indonesia Ferry, dan PT Dharma Lautan Utama. 

Turut hadir dalam kegiatan ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Staf Ahli Bidang Transformasi Birokrasi Kemenko PMK Aris Dharmansyah, Sekjen Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa, Irjen Kemenhub Arif Toha, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Risyapudin Nursin, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal, Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan, Dirut Jasa Marga Subakti Syukur, Dirut ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi, dan Dirut PT Dharma Lautan Utama Erwin H. Poedjono. (omy)