2 Hari Nginap di Terminal Bekasi, Pengemudi Bus Ranau Indah Mesti Nombok Buat Makan Bareng Kondektur & Kernet

  • Oleh : Bondan

Senin, 23/Nov/2020 21:45 WIB
Anton pengemudi PO Ranau Indah. Foto: BeritaTrans.com/Aksi.id Anton pengemudi PO Ranau Indah. Foto: BeritaTrans.com/Aksi.id

BEKASI (BeritaTrans.com) - Anton, pria asal Ranau, Kabupaten Lampung Barat, Lampung, sudah lima tahun menjadib pengemudi bus Ranau Indah.

Dia menceritakan profesi itu berawal dari ajakan teman satu tongkrongan yang kala itu sebagai sopir bus Ranau Indah. Kemudian ia pun tertarik ajakan dari temannya tersebut.

Baca Juga:
Di Terminal Bekasi: Bejibun Mobil dan Motor Melintas di Antara Bus dan Penumpang, Cek Videonya!

“Awal sebelum saya jadi sopir bus, jadi kernet dulu selama satu tahun di bus Ranau Indah. Itu juga diajakin sama teman. Tanpa pikir panjang saya terima, kebetulan waktu itu saya juga baru lulus sekolah,” cerita Anton saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Induk Bekasi, Senin (23/11/2020).

Selama satu tahun menjadi kernet bus Ranau Indah, dia mencoba mengendalikan bus saat akan diparkir ke dalam pool PO Ranau Indah. Dari awal belajar parkir bus itu, dia mulai menekuni sebagai sopir bus Ranau Indah hingga sekarang.

Baca Juga:
Sepi Penumpang, Banyak Bus Luar Kota Parkir Lama di Terminal Bekasi

Ketertarikan ingin membawa bus, dirinya menceritakan kepada temannya. Ia  pun langsung diajak bertemu langsung dengan pemimpin perusahaan bus tersebut.

Setelah Anton diperbolehkan menjadi pengemudi, dia membawa bus  dengan trayek Ranau-Sragen-Yogyakarta  Trayek itu kini sudah tidak ada lagi.

Baca Juga:
Bus AKAP di Terminal Bekasi Ke Beberapa Jurusan Dihentikan Tersisa 30 Unit

Dengan ditutupnya trayek Ranau-Sragen-Jogja, ia langsung berpindah trayek yakni Ranau-Jakarta.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini  menuturkan, penghasilan di PO Ranau Indah yakni dengan sistem persenan (bagi hasil). Sejak lima tahun mengabdi di PO Ranau Indah, pada tahun inilah pendapatannya merosot drastis karena pandemi Covid-19.

Anton hanya bisa membawa 200-300 ribu karena sepinya penumpang. Sebelum virus Corona merebak, ia dapat kantongi 1-1,5 juta setiap PP (pergi-pulang).

“Parah kalau penghasilan sekarang semenjak corona, pulang kerumah cuma bisa Rp200-300 ribua aja itu juga dipotong setengah untuk uang pegangan saya selama di jalan. Kalau setengah buat orang tua di rumah cuma bisa ngasih Rp100 ribu aja klo bawanya cuma Rp200 ribu,” tuturnya.

Dia menambahkan selama dua hari menginap untuk menanti penumpang di Terminal Bus Bekasi, terkadang harus menombok uang untuk makan sehari-hari untuk dirinya dan kedua kru yakni kondektur dan kernet.

“Selama dua hari di terminal kaya sekarang ini kadang bisa nombok uang sendiri buat beli makan saya dan dua kru," ujarnya.

Ia berharap kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini bisa cepat berakhir agar semuanya kembali normal seperti biasa mulai dari penumpang bus yang banyak hingga pendapatan.

“Untuk sekarang saya cuma bisa berharap pendapatan kembali kaya dulu, penumpang banyak yang naik, ngga hanya 12-15 orang saja yang naik dari 30 bangku yang ada,” ungkapnya. (bondan).