British Airways Selidiki Pramugari yang Jual Pakaian Dalam Secara Online hingga Layanan Seks di Pesawat

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 29/Nov/2020 11:30 WIB
Foto: ilustrasi Foto: ilustrasi

Jakarta (BeritaTrans.com)  - Pramugari menjadi perkerjaan yang dianggap menjanjikan bagi sebagian orang.

Gaya hidup mewah dengan fasilitas yang mumpuni menjadi daya tarik dari pekerjaan sebagai seorang pramugari.

Baca Juga:
Pramugari Sarankan Jangan Minum Teh dan Kopi di Pesawat, Ini Alasannya

Namun, tak sedikit pramugari yang justru menawarkan layanan 'khusus' kepada penumpang untuk mendapatkan penghasilan lebih.

Kali ini maskapai British Airways (BA) sedang menyelidiki kasus seorang pramugari yang menawarkan hubungan seks ke penumpang pesawat di antara penerbangan.

Baca Juga:
Pramugari Ini Bagikan Informasi Tentang Apa yang Seharusnya Tidak Pernah Dikonsumsi di Pesawat

 

Anggota pramugari yang tidak disebutkan namanya ini dilaporkan menjual celana dalamnya secara online.

Baca Juga:
Cerita Pilu Pramugari Aldha Refa yang Ditinggal Okky Bisma Korban Pesawat Sriwijaya Air

Ia bahkan memikat calon pelanggannya dengan mengambil foto cabul di ketinggian 30.000 kaki saat mengenakan seragamnya.

Melansir laman Daily Star Minggu (29/11/2020), pramugari tersebut diduga mengiklankan jasanya di Facebook dengan nama akun AirHostess71.

Dalam satu foto yang diunggah, terlihat ia memasang roknya di dapur dan tidak takut dilihat penumpang lainnya, menurut laporan The Sun.

tribunnews

Pramugari yang tidak disebutkan namanya juga menawarkan calon penumpang pengalaman on-board. (Facebook/ AirHostess71)

tribunnews

Foto lain menunjukkan dia hanya mengenakan celana ketat dengan seragam BA-nya, dan menuliskan kalimat,"Tidak boleh memakai celana dalam pada hari Minggu."

Pramugari yang membanggakan diri sebagai anggota kru BA yang berbasis di Heathrow ini belum memberikan konfirmasi lebih.

Dia diduga memasang tarif 25 poundsterling (Rp 468 ribu) untuk sepasang celana dalamnya.

Untuk biaya berhubungan seks, ia akan mematok tarif lebih.

Dia berkata, "Anda harus membayar biaya jaminan sebesar 50 poundsterling (Rp 936 ribu) untuk bertemu. Harga bervariasi tergantung pada pertemuan yang diminta dan tidak bisa ditawar. Jika saya telah memesan hotel, maka pertemuan akan berlangsung di sana (London)."

Pramugari senang bertemu di luar negeri jika dia bepergian dengan gelar BA, "Anda perlu memesan hotel lain untuk perlindungan dan privasi."

 

Dia bahkan menjanjikan kepada calon pelanggan beberapa layanan 'khusus' di pesawat.

"Jika adan pernah menginginkan hiburan dewasa di pesawat, yang harus anda lakukan hanyalah memberi saya sejumlah uang dan anda akan disuguhi pengalaman yang sama sekali berbeda," ungkapnya.

Pramugari tersebut juga bangga karena melakukan hubungan terlarang dengan rekan kerjanya.

Sebuah foto menunjukkan dia tergeletak di tempat tidur hotel sembari memegang gelas anggur merah di antara jari-jari kakinya.

tribunnews

Dalam keterang foto tertulis, "Tidak ada yang lebih baik daripada mabuk dengan pilot saya, sehingga dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan untuk saya. Cheers."

Salah satu sumber mengatakan kepada The Sun, "Dia mengenakan seragam maskapai penerbangan dan tidak diragukan lagi, dia seorang pramugari. Ini adalah kelalian tugas yang mengejutkan dan bukan citra yang diinginkan BA dari awak kabinnya."

Anggota kru lain menyarankan dia untuk menambah gajinya setelah BA melakukan pemotongan terkait Covid setelah pandemi melanda.

BA, maskapai nasional Inggris, mencoba mengidentifikasi pramugari itu saat melakukan penyelidikan.

Seorang juru bicara berkata, "Kami mengharapkan standar perilaku tertinggi dari semua kolega kami setiap saat, dan kami sedang menyelidiki laporan tersebut."

 

Menurut informasi, akun media sosial milik pramugari itu telah dihapus.

(lia/sumber:tribuntravel.com)