Banyak Bus dari Jatim Lolos Masuk Jateng, Ditlantas Polda Protes ke Dinas Terkait

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 04/Mei/2021 07:07 WIB
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M. Rudy Syafrudin. Foto: Semarangku.com. Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M. Rudy Syafrudin. Foto: Semarangku.com.

SEMARANG (BeritaTrans.com) - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng melayangkan protes karena banyaknya bus-bus dari Jawa Timur lolos masuk ke wilayah Jawa Tengah. Surat protes telah disampaikan kepada dinas terkait di Jawa Timur, sejak dua hari lalu. 

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol M. Rudy Syafrudin menyayangkan hal tersebut. Dia mengatakan Seharusnya kejadian itu tidak terjadi.

Baca Juga:
Kenapa Bus Rawan Rem Blong?, Ini Penjelasan KNKT

Pihaknya meminta perbatasan Jawa Timur masuk Jawa Tengah  agar diperketat di perbatasan wilayah Jatim. “Jangan sampai di wilayah Jateng diperketat, namun di daerah lain meloloskan bus-bus tersebut,” kata Dirlantas, Senin (3/5/2021).

Untuk itu, 31 Pos Pam yang didirikan di wilayah Jawa Tengah saat ini berubah menjadi pos penyekatan. Sehingga kini penyekatan yang awalnya berjumlah 14 telah menjadi 71 penyekatan di dalam kota.

Baca Juga:
Ikuti Peraturan Pemerintah, Pool Bus AKAP Pondok Pinang Berhenti Beroperasi

“Hal ini terkait banyaknya bus-bus dari Jawa Timur yang masuk ke terminal di Kabupaten Wonogiri wilayah Jawa Tengah, tanpa menggunakan protokol kesehatan, “ katanya.

“Jadi kami mohon kepada rekan rekan dari daerah lain, saya minta terminal di cek seluruhnya, termasuk surat bebas Covid dan surat-surat lainnya,” ujar Rudy.

Baca Juga:
Imbas Larangan Mudik, Terminal Kota Bekasi Sunyi Sepi Sendiri

Pihaknya juga menyesalkan bahwa kejadian bus-bus dari luar yang masuk ke terminal Wonogiri, hampir semuanya tidak ada yang melakukan tes Swab Covid 19. Berdasarkan hal itu, Ditlantas Polda Jateng akan mengambil sikap tegas kepada bus-bus luar daerah yang masuk ke Jateng.

“Jika hal ini terjadi lagi, kita akan mengambil langkah tegas dengan memutar balik kendaraan kendaraan dari luar daerah Jawa Tengah. Hal ini sesuai perintah dari Kapolda Jateng dengan kejadian di Wonogiri,” ujarnya.

Menurut dia, jika dari luar daerah perbatasan meloloskan kendaraan dan bus-bus dari pemudik hingga masuk ke Jateng, dikhawatirkan akan menjadi klaster Covid-19. Tentu hal ini dapat membahayakan masyarakat. Oleh sebab itu, Polda Jateng menambah penyekatan di 71 titik dan lebih diperketat untuk masuk ke Jateng.

“Dengan adanya 71 penyekatan ini, Ditlantas Polda Jateng akan memaksa kepada setiap kendaraan pemudik yang masuk di Jateng, dengan memutar balik kendaraan mereka ke daerah asalnya tanpa terkecuali. Jika tidak mematuhi aturan, kita akan karantina sesuai instruksi Gubernur Jateng,” katanya. (dn/sumber: Inews.id).