Pergi ke Bar saat Masa Pemantauan Kesehatan, Pilot dan Pramugari China Airlines Harus Bayar Denda Rp 153 Juta

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 12/Mei/2021 00:01 WIB


Jakarta (BeritaTrans.com) - Pilot dan pramugari menjadi dua pekerjaan yang dapat dengan mudah terinfeksi virus corona (Covid-19).

Bertemu banyak orang, pilot dan pramugari harus menjalani serangkaian tes kesehatan untuk memastikan tidak terinfeksi virus.

Baca Juga:
Mengapa Lampu Pesawat Diredupkan Sebelum Mendarat? Ini Penjelasan Pilot

Mereka juga diwajibkan untuk karantina dan pemantauan kesehatan selama beberapa waktu.

Namun tak semua pilot dan pramugari mengikuti aturan mengikuti proses ini.

Baca Juga:
Potret Luna Maya Jadi Pramugari Pesawat Super Air Jet, Beri Kejutan untuk Penumpang

Pilot dan pramugari China Airlines misalnya, mereka terpaksa dikenai denda sebesar 300.000 dolar Taiwan atau Rp 153,8 juta karena pergi ke bar saat menjalani masa pemantauan kesehatan diri.

Dalam konferensi pers pada Selasa (4/5/2021) silam, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan serta ketua Pusat Komando Epidemi Pusat (CECC) Taiwan, Chen Shih-chung mengumumkan tempat umum yang dikunjungi pilot dan pramugari China Airlines baru-baru ini sementara berpotensi menularkan penyakit.

Baca Juga:
Pesawat Jatuh di Taiwan, Ayah dan Anak Tewas

Chen mengatakan bahwa kasus tersebut adalah pilot pria Taiwan berusia 30-an dan pramugari wanita berusia 20-an.

Keduanya bekerja untuk China Airlines, dilaporkan taiwannews.com.tw.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan CECC, pilot dan pramugari mengunjungi bar olahraga bernama Homies Soft Bar pada 29 April pukul 13.10 sampai 15.25 waktu setempat.

Malam harinya pukul 18.30 sampai 20.00 waktu setempat, sang pilot makan malam dengan pilot Starlux di sebuah restoran bernama Haizhen Private Kitchen.

Kedua tempat tersebut sama-sama berlokasi di Songshan District, Taipei.

Juru bicara CECC Chuang Jen-hsiang mengatakan, sesuai peraturan, ketika awak maskapai menjalani pemantauan kesehatan diri, tidak boleh makan dan berkumpul bersama.

Ilustrasi pramugari China Airlines (taiwannews.com.tw)

 

Jika dalam jangka waktu 11 hari tersebut melanggar peraturan, maka Administrasi Penerbangan Sipil akan mengenakan denda antara 10.000 dan 150.000 dolar Taiwan atau sekira Rp 5,1 juta sampai Rp 76,9 juta.

Mengutip taiwannews.com.tw, CECC melonggarkan peraturannya untuk awak maskapai pada 15 April silam.

Hal ini memungkinkan mereka yang melakukan penerbangan jarak jauh hanya perlu menjalani karantina selama tiga hari diikuti dengan 11 hari pemantauan kesehatan diri.

Sementara mereka yang berada pada penerbangan di hari yang sama harus mengamati pemantauan kesehatan diri selama 14 hari.

Setelah gelombang infeksi di antara pilot China Airlines, Chen mengatakan bahwa para pejabat sedang mempertimbangkan untuk memperpanjang masa karantina bagi awak penerbangan.

Menurut peraturan manajemen kesehatan diri CECC, seseorang wajib memakai masker di manapun berada saat masa pemantauan kesehatan diri.

Hal ini membuat orang-orang menghindari pergi makan selama periode ini dan kembali ke rumah secepat mungkin.

Karena sulit untuk memakai masker dan menjaga jarak sosial selama makan malam dan pertemuan kelompok, kegiatan semacam itu dilarang selama periode pemantauan kesehatan diri.

Penumpang dilarang makan di transportasi umum

Makan dan minum di dalam transportasi umum mungkin sudah jadi pemandangan biasa di Indonesia.

Namun, beberapa negara melarang keras aktivitas tersebut dengan berbagai alasan.

Termasuk Taiwan yang baru-baru ini mengumumkan aturan baru bagi penumpang transportasi umum.

Melansir AsiaOne, Kementerian Perhubungan dan Komunikasi Taiwan atau MOTC mengumumkan pada Jumat (29/1/2021) melarang aktivitas makan dan minum di semua transportasi umum.

Aturan ini berlaku mulai 1 Februari 2021.

Jika orang perlu minum air, minum obat, atau menyusui anak, mereka harus memakai masker sesegera mungkin setelah makan.

Aturan ini diberlakukan sebagai respon atas peningkatan kasus Covid-19 yang ditularkan secara lokal, kata Kementerian Perhubungan negara tersebut.

(lia/sumber:cnnindonesia.com)