Balitbanghub dan Unhas Kaji Bareng Floating Wharf Barge untuk Pelabuhan Sebagai Infrastruktur Penunjang IKN

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 18/Jun/2021 15:00 WIB
Kerja sama Balitbanghub dan Universitas Hasanuddin, Makassar Kerja sama Balitbanghub dan Universitas Hasanuddin, Makassar

MAKASSAR (BeritaTrans.com) - Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan (Balitbanghub) berkunjung ke Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca Juga:
Sambut Harhubnas, Balitbanghub Gelar Donor Darah dan Plasma Konvalesen

Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerja sama serta menggali potensi-potensi kolaborasi, baik dalam aspek penelitian maupun penyediaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penandatanganan kontrak kerja sama antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Laut, Sungai, Danau dan Penyeberangan (Puslitbang Transportasi LSDP) dengan Unhas.

Baca Juga:
Manfaat Digitalisasi Dokumen Logistik Hasil Kajian Balitbanghub

"Kerja sama itu nantinya terkait pelaksanaan kerja sama penelitian Potensi Pengoperasian dan Desain Floating Wharf Barge sebagai Infrastruktur Penunjang Ibu Kota Negara," tutur Kapus LSDP, Gunung Hutapea, Kamis (17/6/2021). 

Penandatangan kontrak kerja sama dilakukan antara Pejabat Pembuat Komitmen Puslitbang Transportasi LSDP, Hendrik M. Napitupulu dan Ketua Tim Studi, Ganding Sitepu disaksikan oleh Kapuslitbang Puslitbang Transportasi LSDP dengan Pusat Unggulan Teknologi Center of Technology Puslantek – COT Fakultas Teknik Unhas.  

Baca Juga:
Kabadan Litbanghub: Tingkatkan Potensi Kepulauan Mentawai Butuh Sinergi Pusat dan Daerah

Melalui kesepakatan bersama dapat terjalin kerja sama yang strategis dan imlementatif untuk kedua belah pihak. 

Kerja sama antara Balitbanghub dan Unhas telah terjalin sejak lama dan sangat baik. Tenaga dosen dan peneliti telah berpartisipasi aktif di beberapa penelitian dan jurnal yang diterbitkan Puslitbang Transportasi LSDP. 

Pada Tahun 2020 terlibat dalam penelitian mengenai potensi pengembangan traffic separation scheme (TSS) di Teluk Balikpapan dan pada tahun ini dilakukan kerja sama penelitian  terkait Floating Wharf Barge sebagai Infrastruktur Penunjang Ibu Kota Negara, yang diharapkan dapat mendukung pembangunan dan pengembangan infrastruktur pendukung di IKN,” urainya.

Floating wharf barge merupakan sebuah bentuk dermaga terapung yang  dimodifikasi dari kapal barge dengan memperkuat struktur konstruksinya. Dengan begitu, mampu menangani beban kegiatan bongkar muat barang diatasnya sekaligus dilengkapi dengan peralatan untuk menjaga stabilitas dan kekedapannya.

Gunung menambahkan, terdapat banyak tantangan bidang sektor transportasi laut yang nantinya dapat menjadi bahan kajian  untuk ditelisik.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Balitbanghub Pandu Yunianto mengungkapkan, memiliki tugas melakukan penelitian dan pengembangan transportasi di tanah air. 

Oleh sebab itu, pihaknya terus mengupayakan penelitian untuk menjawab berbagai persoalan dan tantangan di bidang transportasi, sekaligus memberikan rekomendasi dalam pengambilan keputusan yang solutif dan bermanfaat bagi bangsa.

“Menhub menugaskan Badan Litbang untuk membuat kajian-kajian sebagai dasar dalam penetapan kabijakan maupun sebagai dasar pertimbangan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan, sehingga diharapkan kedepannya setiap perencanaan dilakukan selalu didasari oleh penelitian yang baik,” ungkap Pandu.

Dia menekankan, melalui diskusi kali ini menjadi pintu gerbang untuk melakukan kolaborasi yang lebih intens dan mendalami permasalahan konektivitas serta pelayanan transportasi.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan, Muh. Nasrum Massi, mendukung pengembangan penelitian transportasi yang dilakukan bersama Kementerian Perhubungan. 

“Semua pokok-pokok riset yang berkaitan dengan bidang kajian transportasi dapat diaplikasikan bersama. Kita bersinergi menghasilkan penelitian yang berkualitas, sehingga hasil dari penelitian tersebut dapat dipublikasikan untuk kebermanfaatan kebijakan mengenai permasalahan yang terjadi di masyarakat,” tuturnya.

Pertemuan dihadiri juga oleh jajaran akademisi dan peneliti Unhas, perwakilan BPTD Wilayah XIX Provinsi Sulawesi Selatan, Perwakilan kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Makassar, Perwakilan Politeknik Pelayaran Barombong serta Perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel. 

Dibahas juga potensi-potensi penelitian, yang bisa dilaksanakan ke depannya sesuai dengan isu-isu strategis yang sesuai dengan kemajuan teknologi. (omy)