Truk Angkut Pasir Terjun ke Kali di Bandung Barat, Sopir Tewas

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 28/Jul/2021 21:04 WIB
Sebuah mobil truk bermuatan pasir yang dikemudikan seorang perempuan terjun ke Kali Cimeta, Kampung Cimeta, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (27/7/2021). Sebuah mobil truk bermuatan pasir yang dikemudikan seorang perempuan terjun ke Kali Cimeta, Kampung Cimeta, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (27/7/2021).

BANDUNG BARAT (BeritaTrans.com) - Sebuah mobil truk bermuatan pasir yang dikemudikan seorang perempuan terjun ke Kali Cimeta, Kampung Cimeta, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Rabu (27/7/2021).

Akibat kejadian tersebut, pengemudi mobil truk bernama Dedeh Kurniasih (38), warga Kampung Padakasih, RT 09/08, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca Juga:
Jasa Raharja Jawa Barat Bersama Dishub Bandung dan Polres Cimahi Giat Ramp Check Angkutan Penumpang Umum

Warga sekitar sekaligus saksi mata, H Sodik (57), mengatakan, kejadian tersebut bermula saat truk itu tidak kuat menanjak saat melintasi tanjakan Cimanggu dengan kemiringan 40 derajat.

"Akibatnya truk mundur tidak terkendali, lalu terperosok dan terjun ke Kali Cimeta, pengemudinya meninggal dunia di lokasi kejadian," ujarnya di lokasi kejadian, Rabu (28/7/2021).

Baca Juga:
Bertambah, Korban Tewas Kecelakaan Truk di Banyuwangi Jadi 4 Orang

Sementara sang kernet, kata dia, berhasil selamat karena sempat loncat sebelum truk tersebut tercebur ke Kali Cimeta, namun truk itu mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kerusakan mobil ini karena terjun ke Kali Cimeta dari tebing setinggi kurang lebih 10 meter ke dasar kali yang airnya sedang surut dengan posisi miring.

Baca Juga:
Jasa Raharja Jawa Barat Bersama Dishub Kabupaten Bandung Barat Berkoordinasi Soal Perizinan Perahu dan Penertiban Angkutan Pariwisata

"Kejadiannya sekitar jam dua tadi. Jadi pas posisinya truk itu mau nanjak tapi gak kuat karena bawa pasir dan kemungkinan sopir telat pindah perseneleng," kata Sodik.

Saat truk terlihat akan mundur karena tidak kuat menanjak, kata dia, kernet truk sempat terlihat loncat keluar dengan maksud untuk mengganjal roda, namun terlambat karena truk sudah dengan cepat bergerak mundur.

"Saat kejadian kendaraan yang ada di belakang truk cukup jauh, jadi tidak terkena tubrukan," ucapnya.

Menurutnya, truk bermuatan pasir itu adalah kendaraan proyek yang membawa material bangunan dari Kota Cimahi yang akan menuju ke daerah Cimanggu.

Jalanan yang sempit dan menanjak dengan dikelilingi tebing curam, membuat akses jalan dari Ngamprah menuju Cisarua dan Cikalongwetan ini cukup rawan terjadi kecelakaan tunggal.

"Tanjakan Cimanggu ini memang berat. Ini adalah kejadian yang keempat, sebelumnya juga pernah terjadi menimpa mobil pick up dan mobil pribadi namun tidak sampai ada korban jiwa," ujar Sodik.

Kepala Bagian Operasi (KBO) Satlantas Polres Cimahi, Iptu Iptu Erin Heriduansyah, mengatakan, mobil truk itu mengangkut pasir melaju dari arah Kota Cimahi menuju Cimanggu.

"Pada saat di tempat kejadian pengemudi tidak tahu medan jalan tanjakan, kurang berhati-hati tidak bisa menguasai laju kendaraannya kemudian terguling ke arah kanan jurang," kata Erin.

(lia/sumber:tribunnews.com)