Maskapai Ryanair Butuh 2.000 Pilot untuk Pesawat Baru

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 14/Agu/2021 16:09 WIB


Dublin (BeritaTrans.com)  - Maskapai Ryanair telah menerima pesawat Boeing mereka yang sempat tertunda. Mereka pun pastinya membutuhkan banyak pilot. Setidaknya ada 2.000 pilot yang dibutuhkan.

Dilansir detikcom, Jumat (13/8/2021) pada hari Senin, Ryanair mengatakan akan mempekerjakan 2.000 pilot untuk membawa armada pesawat Boeing barunya.

Baca Juga:
Jasad Co Pilot Helikopter Polri Jatuh di Bangka Belitung Berhasil Ditemukan

Bulan lalu, Ryanair menerima pengiriman pesawat Boeing 737 MAX pertamanya, dengan 12 pesawat lagi diharapkan datang tepat waktu untuk puncak perjalanan musim panas tahun ini. Maskapai penerbangan Irlandia ini memesan banyak pesawat, total 210 pesawat dengan konfigurasi 197 kursi.

Ryanair terpaksa menunggu pengiriman Boeing 737-8200 selama lebih dari dua tahun setelah pesawat itu terlibat dalam dua kecelakaan fatal yang hanya berselang beberapa bulan pada 2018 dan 2019. Pesawat itu kemudian di-grounded selama 22 bulan.

Baca Juga:
Ternyata Ini Alasan Pilot Lebih Memilih Terbang dengan Pesawat Penumpang ketimbang Kargo

Setelah tinjauan keamanan yang panjang, jet mutakhir tersebut kini telah diizinkan untuk terbang lagi oleh Administrasi Penerbangan Federal dan regulator UE dan Inggris.

Ryanair mengatakan model baru ini akan membantu maskapai low budget itu menurunkan biaya, memangkas konsumsi bahan bakar dan menurunkan kebisingan dan emisi CO2.

Baca Juga:
Akibat Pilot Maskapai Ini Mogok Massal, Ribuan Penerbangan Batal

Sementara pelatihan untuk pilot baru akan berlangsung sepanjang 2021 agar siap untuk musim panas 2022 untuk posisi di seluruh Eropa.

Tentu kabar perekrutan pilot ini jadi kabar bahagia, setelah industri penerbangan babak belur karena pandemi Corona. Serta adanya pelonggaran perjalanan akan membuat lebih banyak orang lagi bisa berlibur ke luar negeri.

Mulai minggu depan, para pelancong Inggris yang divaksinasi penuh tidak lagi harus mengisolasi diri ketika kembali dari negara-negara dengan daftar kuning. Kebijakan ini diharapkan akan lebih merangsang jumlah penumpang.

Berdasarkan data dari Bandara Heathrow yang dirilis pada Senin pagi, menunjukkan jumlah penumpang di bandara tersibuk di Inggris itu turun 90% dalam enam bulan pertama tahun 2021 jika dibandingkan dengan tingkat pra-pandemi.

Hanya 3,8 juta pelancong yang melewati Heathrow antara Januari dan Juni 2021. jumlah ini terlalu jauh bila dibandingkan dengan 39 juta pada periode yang sama pada 2019.

(lia/sumber:detik.com)