Bambang Kemudikan Bus Rosalia Indah Jakarta-Ponorogo, 12 Jam Perjalanan

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 02/Sep/2021 15:52 WIB
Pengemudi Bus Rosalia Indah Jakarta-Ponorogo, Bambang (54 tahun), saat menaikkan penumpang di Pool Bus Bulak Kapal, Bekasi, Kamis (2/9/2021) Pengemudi Bus Rosalia Indah Jakarta-Ponorogo, Bambang (54 tahun), saat menaikkan penumpang di Pool Bus Bulak Kapal, Bekasi, Kamis (2/9/2021)

BEKASI (BeritaTrans.com) - Pool bus PO Rosalia Indah Bulak Kapal, Bekasi sepi pada Kamis (2/9/2021). Satu persatu bus silih berganti dengan jurusan yang berbeda masuk untuk menaikkan penumpang lalu pergi. 

Salah satu pengemudi bus dengan jurusan Jakarta tujuan Penorogo mengaku saat ini jumlah penumpang lagi sepi lantaran tidak ada orang yang berani melakukan perjalanan saat PPKM Jawa Bali ini. 

Baca Juga:
Sopiri Bus Sempati Star Bakasi-Medan, Adi Tetap Perlente Selama 3 Hari di Jalan, Begini Aksinya!

"Sepi ini, banyak orang yang enggak mau pergi toh," kata Bambang kepada BeritaTrans.con saat ditemui di pool Rosalia Indah Bulak Kapal, Bekasi, Kamis (2/9/2021). 

Dia juga mengaku saat PPKM yang berjalan  baru di hari ini dia membawa bus kembali. Sebelumnya dia mengaku libur karena sepinya penumpang trayek bus tersebut. 

Baca Juga:
Pak Haji Saripudin Sopiri Bus Arimbi Rute Balaraja-Bekasi, Kerap Nginap di Bus untuk Tunggu Penumpang

"Saya kerja baru sehari ini kok. (Kemarin) Di rumah terus, makan tidur-makan tidur," kata Bambang. 

Bambang menceritakan dia dalam selama ini membawa bus dalam sebulan hanya beberapa kali narik. 

Baca Juga:
Bus Rosalia Indah Hangus Terbakar di Tol Pejagan-Pemalang

"Lama enggak bawa. Sebulan palingan berapa kali jalan," katanya. 

Bus dengan sasis Scania Double Decker tersebut dikatakan Bambang dari start awal dari Cibubur, Jakarta hanya membawa lima orang penumpang dan saat di Bekasi menaikkan lagi beberapa orang penumpang. 

Keadaan sepi penumpang diungkapkannya bukan hanya terjadi dari arah Jakarta, namun juga dari arah Timur atau Solo/Ponorogo. 

Mengemudikan bus tersebut juga diharuskan dilakukan bergilir dengan pengemudi lainnya. Saat tidak bekerja dan tengah bergantian Bambang akan bekerja sebagai apapun, termasuk menjad kuli bangunan jika memang ada kerjaan. 

Berseragam rapih khas Rosalia Indah, lengkap dengan sepatu necisnya, Bambang juga mengaku selama dia adalah pendagang angkringan di Solo. 

"Kalau enggak narik, ya bantu istri di angkringan, jual nasi bandeng, oseng-oseng di Solo," cerita Bambang. 

Di usia 54 tahun warga Kota Solo ini mengaku, sudah ingin mengakhiri pekerjaan sebagai pengemudi bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Dia ingin bersantai dengan menjadi wiraswasta. 

"Lima tahun saya di Rosalia Indah. Kepingin wirawasta, capek nyupir," katanya. 

Selama pandemi, terlebih lagi ada masa pembatasan saat masa PPKM, suasana penumpang menjadi sepi. Bambang mengaku lebih sering bermalas-malasan narik bus dan memilih membantu istri. 

"Kalau dagang, ada saja lah orang yang nongkrong," katanya. 

Saat sekarang, melintasi beberapa provinsi saat mengendarai bus membawa penumpang dikatakan Bambang tidak ada pemeriksaan sejumlah dokumen perjalanan, baik sertifikat vaksin maupun surat bebas Covid-19."Enggak ada pemeriksaan kok," kata Bambang. 

Untuk mengantisipasi hal itu, Bambang dan kru lainnya juga mengaku sudah melakukan vaksinasi. 

Perjalanan Jakarta tujuan Ponorogo akan menggunakan bus tingkat tersebut akan memakan waktu perjalanan selama 12 jam via Tol Transjawa. (fahmi)