Edi, Pengemudi Bus Transport Express Jaya Ini Pernah Kena Lempar Batu: Lagi di Jalan Janganlah Takabur

  • Oleh : Bondan

Kamis, 14/Okt/2021 17:52 WIB
Edi Jambak, pengemudi bus Transport Express Jaya. Foto: BeritaTrans.com. Edi Jambak, pengemudi bus Transport Express Jaya. Foto: BeritaTrans.com.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Jalur lintas Sumatera adalah jalan panjang antar provinsi di Pulau Sumatera yang dimulai dari Lampung sampai Aceh. 

Bagi pengemudi lintas Sumatera jalan panjang seperti itu sudah makanan setiap harinya. Halang rintang selama diperjalanan sudah pasti mereka hadapi. Mulai dari jalan yang berliku-liku hingga pelemparan.

Baca Juga:
Libur Akhir Pekan, Bus AntarKota Siaga Jaring Calon Penumpang di Terminal Bekasi

Edi Jambak, pengemudi bus Transport Express Jaya tujuan Lubuk Basung-Pariaman, Padang. Foto: BeritaTrans.com.

Seperti Edi Jambak, pria asal Pariaman, Sumatera Barat ini yang berprofesi sebagai pengemudi bus AntarKota AntarPropinsi (AKAP) dari perusahaan otobus (PO) Transport Express Jaya. Pernah menghadapi halang rintang selama perjalanan.

Baca Juga:
Mantap! Bus Putri Candi Dilengkapi GPS

Ayah empat anak ini menceritakan dirinya selama membawa bus yang ditungganginya pernah mengalami pelemparan benda tumpul. Mulai dari batu hingga yang lainnya.

"Dulu pernah kena lempar batu bus yang saya bawa. Waktu itu bus Transport Express Jaya masih ada lintas tengah. Kejadiannya pas saya lagi bawa bus dengan keadaan penuh penumpang. Saat melintas di bawah fly over atau jalan layang. Tiba-tiba saja batu lumayan besar melayang ke kaca depan bagian. Pas banget di depan mata saya. Kenalah itu batu ke kaca, nah serpihan kacanya sempat kena mata saya, kalau nggak salah ingat mata sebelah kiri saya. Refleklah saya langsung berhentiin bus yang pas lagi keadaan kencang. Alhamdulillah nya saya bisa ngontrol bus, kalau nggak bisa ngontrol karena kaget kena lempar batu sama mata kena serpihan kaca bisa oleng bus. Alhamdulillah penumpang semuanya selamat," cerita Edi Jambak kepada BeritaTrans.com saat berada di pool Transport Express Jaya, Tambun, Bekasi.

Baca Juga:
Biar Kurang Istirahat, Kru Putri Candi Ini Tetap Semangat Perbaiki Bus

Lanjutnya, setelah kejadian lemparan batu tersebut dan bisa mengontrol kendaraannya yang saat itu tengah keadaan cepat. Dirinya langsung dilarikan ke klinik terdekat oleh rekan satu bus nya.

"Pas abis kejadian itu bus kan langsung berhenti. Tapi sama sopir dua saya langsung digantikan bawa. Dan saya langsung dibawa ke klinik terdekat disana. Kawan langsung ambil alih dan langsung jalan. Kita pas kejadian kaya gitu jangan berhenti lama-lama, takutnya di bawah jalan layang sudah nunggu orang-orang buat ngejarah. Tapi ada juga kalo yang ngelempar batu ke bus itu biasanya pedagang-pedagang yang nggak boleh naik, mereka merasa dendam akhirnya diblaslah bus kita dilempar batu," tambahnya.

Selain itu dia juga mengutarakan, selama perjalanan kru bus juga pantang untuk takabur saat mengendarai kendaraannya.

"Kalau saya bersama kawan, selalu saya ingatkan selama perjalanan kita nggak boleh takabur. Walaupun kita setiap harinya selalu melewati jalan-jalan yang sulit. Karena kalau sekali kita takabur pasti ada saja nanti masalahnya. Ya mungkin bus rusak atau nggak kuat nanjak di jalan berkelok-kelok. Makanya kita selama berjalan selalu mengingatkan. Yang penting kita berserah diri sama Allah. Dan minta perlindungannya selama perjalanan," tutupnya. (Dan)