Terlindas Kereta, Balita 18 Bulan Tewas

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 19/Nov/2021 07:46 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

BANDAR LAMPUNG (BeritaTrans.com) - Seorang balita yang masih berusia 18 bulan yang diduga lepas dari pengawasan orang tua tewas terlindas kereta api. 

Peristiwa itu terjadi di dusun Srimulyo II, desa Pemanggilan, Natar, Lampung Selatan pada Rabu (17/11) sekitar pukul 08.12 WIB. 

Baca Juga:
Viral Kecelakaan KA Sancaka Tertabrak Truk Pembawa Mobil, Ini Penjelasan KAI

Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Jaka Jarkasih membenarkan hal tersebut. 

“Benar, korban meningal di tempat setelah tertabrak kereta api,” katanya. 

Baca Juga:
KA Sancaka Tertabrak Truk Tronton Pengangkut Mobil di Mojokerto

Jaka menjelaskan saat peristiwa itu terjadi Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) 3066A sedang melaju dari arah Tanjungkarang (Bandarlampung) menuju Kota Bumi (Lampung Utara). 

Ketika memasuki jalur dua Stasiun Gedung Ratu, masinis sempat membunyikan klakson (S35) dengan keras. 

Baca Juga:
Terlindas KA Babaranjang, Pemuda Bandar Lampung Ini Tewas Mengenaskan

“Saat itu, terlihat seorang anak laki-laki (balita, red) sedang merangkak di atas jalur 2 KA KM 22+6/7 Emplasemen Stasiun Gedung Ratu,” katanya. 

Lantaran jarak yang begitu dekat dan laju kereta yang cukup kencang, korban kemudian tertabrak bagian depan kanan bawah lokomotif kereta api. 

“Kecelakaan tidak bisa dihindari, sehingga mengakibatkan korban tewas di tempat,” katanya. 

Usai kejadian tersebut, warga sekitar kemudian langsung membantu evakuasi korban dan membawanya ke rumah sakit terdekat. 

Atas kejadian ini, Jaka mengatakan, PT KAI turut berdukacita. 

Pihaknya juga mengimbau agar orang tua dan masyarakay yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api dapat lebih mengawasi anak-anak mereka. 

“Kami turut berdukacita. Selain itu, orang tua yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api juga diharapkan dapat lebih waspada, terlebih saat ada kereta api yang sedang melintas,” tandasnya. (fh/sumber:radarlampung)