Ilmuwan NASA Temukan `Komet Terbesar` dengan Luas Melebihi Kalimantan Timur

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 16/Apr/2022 00:20 WIB
Gambar di sebelah kiri menunjukkan komet itu pada 8 Januari 2022. Gambar sebelah kanan memperlihatkan bagian `koma` - lapisan luar di sekeliling inti komet. Foto: bbcindonesia.com. Gambar di sebelah kiri menunjukkan komet itu pada 8 Januari 2022. Gambar sebelah kanan memperlihatkan bagian `koma` - lapisan luar di sekeliling inti komet. Foto: bbcindonesia.com.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Satu komet dengan inti berukuran 50 kali lebih besar dari komet-komet yang biasa kita temui meluncur ke arah Bumi dengan kecepatan 35.400 kilometer per jam. 

Teleskop Hubble milik badan ruang angkasa Amerika Serikat NASA menetapkan inti komet yang terdiri dari es itu memiliki massa sekitar 500 triliun ton dengan lebar 137 kilometer - lebih besar dari Negara Bagian Rhode Island di AS, maupun Provinsi Kalimantan Timur di Indonesia.

Baca Juga:
Studi: Deforestasi di Kalimantan Timur Picu Suhu Panas yang Makin Membinasakan

Tapi tidak perlu khawatir. Meski mengarah ke Bumi, jarak terdekat komet ini dengan planet kita diperkirakan satu miliar mil dari Matahari, dan itu tidak akan terjadi sampai 2031.

Komet ini pertama kali terlihat pada 2010, namun Hubble baru bisa mengkonfirmasi besarnya sekarang.

Baca Juga:
NASA Berhasil Kumpulkan Sampel Batuan Mars Pertama

Dan ukurannya lebih besar dari komet-komet lain yang pernah dilihat oleh astronom sebelumnya.

"Kami telah menduga bahwa komet ini sangat besar, karena sinarnya sangat terang meskipun jaraknya masih sangat jauh," ujar David Jewitt, guru besar ilmu planet dan astronomi di Universitas California, Los Angeles (UCLA). 

Baca Juga:
Planet Kesembilan Pluto, Apakah Nyata dan Mengapa Tidak ada yang Pernah Melihatnya

"Sekarang kami telah mendapat konfirmasi itu," kata Jewitt.

NASA menjabarkan bola tanah dan es itu sebagai binatang raksasa "yang meluncur ke arah sini".

Menurut pernyataan badan antariksa itu, komet ini pertama kali ditemukan oleh astronom Pedro Bernardinelli dan Gary Bernstein di gambar arsip dari Survei Energi Gelap di Observatorium Cerro Tololo Inter-Amerika di Chile.

Komet, oleh NASA disebut sebagai "balok Lego" es yang merupakan sisa peninggalan dari era pembentukan awal planet-planet.

"Mereka terlempar keluar dari Tata Surya akibat permainan pinball gaya gravitasi di antara planet-planet besar di sisi luar sistem," sebut NASA dalam pernyataannya.

"Komet-komet yang tertendang ke luar kemudian berdiam di Awan Oort, sebuah reservoir besar untuk komet-komet yang mengitari sistem Tata Surya dari kejauhan."

Man-To Hui dari Universitas Ilmu Pengetahun dan Teknologi Macau mengatakan komet ini sebagai "objek yang menakjubkan".

"Kami telah menduga ukurannya akan cukup besar, tapi kami butuh data terbaik untuk mengkonfirmasinya," katanya.

Komet Bernardinelli-Bernstein telah mengikuti orbit berbentuk bulat panjang sejauh tiga juta tahun, yang membawanya sejauh sekitar setengah tahun cahaya dari Matahari.

Komet ini sekarang berjarak kurang dari dua miliar mil dari Matahari, dengan posisi nyaris tegak lurus dengan sistem Tata Surya kita. (dn/sumber: bbcindonesia.com)