Target Oktober Dioperasikan, Ditjen Perkeretaapian Kebut Pengerjaan Jalur KA Pertama di Sulawesi

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 03/Jun/2022 09:21 WIB
Salah satu Stasiun KA di Sulawesi Salah satu Stasiun KA di Sulawesi

MAKASSAR (BeritaTrans.com) – Komitmen Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dalam penyediaan infrastruktur jalan kereta api, kembali ditegaskan melalui laporan pengerjaan jalur kereta api pertama di Pulau Sulawesi segmen III, yang telah mencapai rata-rata di atas 84% untuk jalur di wilayah Kabupaten Maros dan 94% untuk wilayah Kabupaten Pangkep.

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan Andi Amanna Gappa menyebut, penyelesaian pembangunan jalur kereta api (KA) tersebut masih sesuai jadwal dan optimistis dioperasikan pada  Oktober 2022. 

Baca Juga:
Kereta Api Sulawesi Mulai Beroperasi Gratis, Ini Jadwal dan Rutenya!

“Kami sampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi serta mendukung pembangunan jalur kereta api ini,” ungkap Gappa, Kamis (2/6/2022).

Dia menyebutkan, dukungan masyarakat dan Pemerintah Daerah memiliki peran penting dalam mewujudkan pembangunan, mengingat proses panjang dalam penyelesaian pengadaan tanah.

Baca Juga:
Jalur Kereta Api Pertama di Sulawesi Tengah Diuji

Saat ini pihaknya telah menyelesaikan pembangunan jalur untuk Segmen I sepanjang 16,1 KM, Segmen II sepanjang 26,1 KM, dan saat ini sedang dalam penyelesaian Segmen III sepanjang 67,1 KM dari Kabupaten Pangkep - Kabupaten Maros.

“Di samping pembangunan jalur mainline, saat ini juga dibangun siding track untuk akses menuju stasiun pelabuhan terpadu di Garongkong sepanjang 4,7 km dan siding track menuju Tonasa sepanjang 9,7 km oleh KPBU,” urai Gappa. 

Baca Juga:
Jalur Kereta Api Terancam Banjir, Walkot Makassar Minta Rel Dibangun Melayang

Pembangunan siding track pada proyek ini dimaksudkan untuk menyediakan akses dari pusat-pusat produksi menuju pelabuhan guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan setempat. 

Hal itu mengingat kawasan Maros-Barru memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. 

Pada Mei 2022 dilaporkan bahwa potensi semen yang dapat diangkut 6.000 - 10.000 ton/bulan dari Tonasa dan hampir 3,5 juta ton/tahun dari Bosowa menuju Pelabuhan Garongkong menggunakan KA.

Selain potensi angkutan semen, jalur KA ini ditambahkan Gappa, diharapkan juga dapat memaksimalkan potensi pariwisata di kawasan Maros-Barru. 

“Kawasan ini terkenal dengan wisata geopark, pantai, hingga kuliner yang sangat berpotensi menarik wisatawan jika terhubung dengan KA,” katanya.

Gappa berharap saat jalur ini dioperasikan pada Oktober 2022, dapat merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Pengoperasian jalur KA Makassar-Parepare Tahap I pada Oktober 2022, nanti akan dibuka untuk angkutan penumpang pada ruas Stasiun Barru hingga Stasiun Marros sepanjang 71 km, dan untuk angkutan barang pada ruas Stasiun Ramang-Ramang hingga Stasiun Garongkong sepanjang 80 km. 

Secara bertahap, pengoperasian akan diteruskan untuk angkutan barang pada ruas Tonasa-Garongkong sepanjang 57 km dan untuk angkutan penumpang pada ruas Stasiun Palanro hingga Stasiun Mandai sepanjang 102 km pada Maret 2023. 

“Saat ini kami masih fokus penyelesaian segmen III untuk ruas Pangkep-Maros, mudah-mudahan pada tahun anggaran ini dapat diselesaikan dan segera dioperasikan agar dapat dilanjutkan dengan kegiatan pengadaan tanah untuk membangun jalur kereta api menuju Kota Makassar,” pungkas Gappa. (omy)