Gegera Badai Petir di Texas, Ribuan Penerbangan Dibatalkan

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 12/Agu/2022 16:27 WIB
Ilustrasi pesawat komersil parkir di bandara. REUTERS/Ivan Alvarado Ilustrasi pesawat komersil parkir di bandara. REUTERS/Ivan Alvarado

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Sejumlah maskapai membatalkan lebih dari 600 penerbangan di Amerika Serikat pada Kamis pagi, 11 Agustus 2022. Badai petir di Texas menyebabkan operasional di salah satu bandara tersibuk di Amerika Serikat itu terganggu dalam dua hari berturut-turut.

Menurut situs pelacakan penerbangan Flightaware.com, sebanyak 1.213 penerbangan di seluruh Amerika dibatalkan pada hari sebelumnya, Rabu, 10 Agustus 2022. Dengan begitu, tercatat total 1.813 penerbangan yang dibatalkan.

Baca Juga:
Kisah Pasangan Turis Rugi Rp 356 Juta Gegara Tiket Dibatalkan Sepihak

Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengatakan, campuran badai petir dan awan menunda penerbangan di beberapa hub. Lebih dari 2 ribu penerbangan tujuan domestik dan tujuan luar negeri di Amerika Serikat, ditunda.

Sementara, American Airlines Group (AAL) mengatakan badai petir telah menghantam operasi di hub terbesarnya di Bandara Internasional Dallas Fort Worth (DFW). Menurut memo internal yang dilihat oleh Reuters, itu merupakan penyebab banyaknya pembatalan penerbangan pada Rabu dan Kamis kemarin.

Data Flightaware.com menunjukkan, AAL membatalkan 368 penerbangan pada Rabu dan membatalkan lebih dari 300 pada Kamis pagi. "Ini adalah badai terburuk yang pernah kami lihat di DFW musim panas ini," kata Kepala Operasional American Airlines David Seymour.

Southwest Airlines juga membatalkan hampir 250 penerbangan pada Rabu, 10 Agustus 2022. Pihaknya menyalahkan program kontrol cuaca dan lalu lintas udara.

"Kami sedang mengerjakan beberapa efek sisa pagi ini," kata juru bicara Southwest Chris Perry dalam sebuah pernyataan email.

Sebelumnya pada Juni 2022, beberapa maskapai di Amerika Serikat dilaporkan terpaksa menghentikan ribuan penerbangan karena kondisi cuaca buruk dan kekurangan tenaga kerja.(fhm/sumber:reuters)