BBM Mahal, Harga Tiket Bus Juga Ikutan Naik, Segini Besarnya!

  • Oleh : Fahmi

Senin, 05/Sep/2022 13:25 WIB
Penumpang bus akan menaiki bus dari Terminal Induk Kota Bekasi, Senin (5/9/2022). Penumpang bus akan menaiki bus dari Terminal Induk Kota Bekasi, Senin (5/9/2022).

BEKASI (BeritaTrans.com) - Harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mengalami kenaikan paskadikanikinya oleh Pemerintah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu lalu. 

Di Terminal Bekasi, Jawa Barat pada Senin (5/9/2022) sejumlah agen mulai melakukan penyesuaian harga tiket, mulai naik dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. 

Baca Juga:
Mari Membenahi Terminal Sekaligus Angkutan Umum

"Dengan adanya kenaikan BBM dari Pemerintah, otomatis dari transportasi atau perusahaan bis menaikan harga tiket. Alhamdulillah, kami biasanya eksekutif di harga Rp450 ribu, naik jadi Rp500 ribu, kalau yang sutan class legrest Rp650 ribu jadi Rp750 ribu, karena seatnya 30. Kalau yang 40 seat itu naik cuma Rp50 ribu," ujar pengurus Tiketing bus NPM jurusan Bekasi-Padang, Elda saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id, Senin (5/9/2022).

Elda mengatakan kenaikan harga tiket sudah terjadi sejak pada tanggal 4 Sepetember kemarin.

Baca Juga:
Terminal Kepuhsari Jombang Hanya Berangkatkan Sedikit Bus saat Libur Panjang

Dia menjelaskan kenaikan harga tiket bus tersebut sudah ketentuan dari perusahaan dengan mempertimbangkan biaya operasional dan biaya lain yang juga ikut naik.

"Alhamudillah penumpang paham dengan adanya kenaikan ini. Kami juga sebagai agen enggak ada wewenang sih menaikkan, itu sudah dari atasan (ketentuan perusahaan) kita," kata Elda. 

Baca Juga:
Lika-Liku Perjalanan Bus ALS Bekasi ke Medan, Lalui Lintas Tengah Sumatra Berhari-Hari

Kenaikan juga terjadi pada bus jurusan lain, seperti jurusan Palembang, Medan, Lampung, Pagaralam hingga daerah yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berangkat dari Terminal Induk Kota Bekasi.

Misalnya, untuk bus PO Sempati Star jurusan Jabodetabek-Medan, harga sebelumnya Rp700 ribu kini naik menjadi Rp750 ribu. Untuk bus ANS jurusan Jabodetabek-Padang dari Rp450 ribu menjadi Rp550 ribu. Dan juga bus lain jurusan arah Jawa naik antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu.

Kenaikan harga tiket bus juga dikeluhkan para penumpang bus. Mereka mengungkapakan kenaikan sekarang sangat tinggi.

"Saya berasalah kalau Rp50 ribu, terlalu tinggi juga itu naiknya. Kalau Rp5 ribu atau Rp10 ribu ya maklum kita," ujar salah satu penumpang bus hendak ke Padang, Iyon Kenedi saat ditemui di Terminal Bekasi.

Dia mengatakan, untuk membeli tiket dua orang dia harus mengeluarkan uang sampai Rp1 juta padahal sebelumnya lebih kurang dari itu.

"Saya mau berangkat ini berdua, sudah habis satu juta, kan terasa juga. Kalau dulu kan agak lumayan," ucap Iyon.

Penumpang lain yang sudah membeli tiket pada jauh-jauh hari juga terpaksa menambah lagi harga tiket yang sbelumnya dia beli. Hal itu dialami salah satu penumpang bus juga jurusan Payakumbuh.

"Saya sudah tanggal 20 beli tiket Rp450 ribu, sekarang naik lagi, terpaksa nambah lagi jadi Rp550 ribu," ucap Roni.

Roni juga merasa keberatan dengan kenaikan harga tiket bus yang terjadi. Dengan adanya peraturan yang sudah ditetapkan, dia terpaksa harus pulang ke Padang walaupun dengan harga tiket yang naik. 

"Dengan keadaan ekonomi begini sebenarnya berat. Tapi mau gimana lagi, kita harus beli tiket kalau enggak ya enggak pulang," keluh Roni.

Namun hasil pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Bekasi, untuk bus jurusan Parahyangan atau Jawa Barat tidak mengalami penyesuaian harga. Para agen masih menjual dengan harga normal. (fahmi)