Inilah Transformasi Airnav Memasuki Usia 10 Tahun

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 10/Sep/2022 17:12 WIB
Syukuran HUT 10 Airnav Syukuran HUT 10 Airnav


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Airnav Indonesia terus meningkatkan performa layanan dan melakukan sejumlah transformasi memasukkan usia 10 tahun.

Peresmian implementasi pelayanan FIS Jakarta FIC dan Ujung Pandang FIC di enam lokasi.

Baca Juga:
Gunung Semeru Erupsi, Penerbangan di Bandara Surabaya dan Malang masih Normal

Menurut Direktur Operasi AirNav Indonesia, Mokhammad Khatim, FIC merupakan unit pelayanan Air Traffic Services (ATS) yang bertanggung jawab memberikan layanan informasi penerbangan, alerting services (layanan kesiagaan), dan advisory services (layanan saran lalu lintas penerbangan) di dalam Flight Information Region (FIR). 

"Dalam RIJPP 2019 – 2024, strategi inisiatif peningkatan pelayanan FIS sendiri dilakukan melalui program restrukturisasi dan optimalisasi ruang udara pelayanan FIC yang semula diberikan di 14 lokasi (Medan, Palembang, Jakarta, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Bali, Makassar, Kupang, Manado, Biak, Ambon, Jayapura, dan Merauke) menjadi  enam lokasi (Medan, Jakarta, Makassar, Bali, Balikpapan, dan Jayapura)," urainya, Sabtu (10/9/2022).

Baca Juga:
Catat 1.523 Pergerakan Pesawat di Bali pada KTT G20, AirNav Jamin Pelayanan Penerbangan Terbaik


Pihaknya juga melakukan peresmian Pengoperasian Gedung Tower dan ruang APP baru di cabang Banjarmasin

Pembangunan gedung menara pengawas bandara atau Aerodrome Control Tower (Tower) baru AirNav Cabang Banjarmasin telah selesai pada awal tahun ini (2022). 

Baca Juga:
Gelar Table Top Exercise Plus Simulation, AirNav Indonesia Siap Sukseskan KTT G20 di Bali

Pembangunan Gedung dengan ketinggian  sembilan lantai ini menggantikan Tower lama yang telah berusia lebih dari 50 tahun.

"Secara keseluruhan, fungsi Tower lama yang dibangun pada tahun 1971 tersebut dialihkan ke Tower baru dengan sejumlah pemutakhiran fasilitas dan teknologi," ungkapnya.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap master plan terminal baru Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor (Bandara Banjarmasin) yang telah lebih dulu direalisasikan.

“Ini merupakan komitmen AirNav dalam rencana pembangunan jangka Panjang, dimana kami akan selalu melakukan update fasilitas dan layanan agar dapat terus sejalan dengan perkembangan teknologi,” kata dia

Tower baru Banjarmasin yang mengakomodir ruang kerja operasional pemanduan lalu lintas penerbangan Tower dan APP ini dilengkapi dengan fasilitas peralatan navigasi penerbangan yang modern.

Di antaranya adalah tower set, radio Very High Frequency (VHF), telepon Direct Speech (DS), Automatic Terminal Information Service (ATIS), dan Automated Weather Observing System (AWOS) yang dikerjasamakan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Seluruh fasilitas dipersiapkan untuk dapat memberikan pelayanan navigasi penerbangan yang prima untuk 90 pergerakan pesawat perhari yang take-off dan landing di Bandara Banjarmasin (rata-rata pergerakan harian sebelum pandemi Covid-19). 

"Peralatan komunikasi dan navigasi juga lebih modern untuk membantu petugas Air Traffic Control (ATC) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk menjaga keselamatan penerbangan," tambah Khatim.

Tak ketinggalan Airnav juga melakukan penyempurnaan pelayanan informasi aeronautika menggunakan aplikasi Navgate.

Salah satu program strategis dalam RIJPP 2019 – 2024 adalah transisi pelayanan informasi aeronautika dari Aeronautical Information Services (AIR) ke Aeronautical Information Management (AIM).

Transisi tersebut membutuhkan pemanfaatan teknologi digital yang diharapkan mampu membawa dampak yang cukup signifikan dalam penyediaan update informasi aeronautika yang mudah diakses, baik oleh pengguna jasa navigasi penerbangan maupun oleh para stakeholder penerbangan, yang membutuhkan sesuai dengan kapasitasnya.

Secara internal, Pusat Informasi Aeronautika (PIA) berkolaborasi dengan Divisi Data dan Evaluasi Navigasi Penerbangan mengembangkan sebuah aplikasi berbasis web yang dinamakan NavGate, yang merupakan singkatan dari AirNav Digital AIS Product and Services.

"Aplikasi ini sendiri memiliki sejumlah fitur unggulan, di antaranya adalah Automatic Pre-Flight Information Bulletin, pencarian data Notice To Airmen (NOTAM) secara online, baik domestic dan internasional, penyampaian Post-Flight Information secara online, dan penyediaan file peta penerbangan untuk kebutuhan internal unit-unit kerja AirNav Indonesia," tutup Khatim. (omy)