Wanita di Purworejo Tertabrak Kereta Api Saat Menyeberang Perlintasan Rel, Kondisinya Tewas

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 03/Des/2022 22:40 WIB
Dua titik perlintasan Kereta Api di sekitar Desa Tegalkuning, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang tidak ada palang pintu Kereta Api dan penjaga. Dua titik perlintasan Kereta Api di sekitar Desa Tegalkuning, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang tidak ada palang pintu Kereta Api dan penjaga.

PURWOREJO (BeritaTrans.com) - Seorang wanita berinisial YNW (22), warga Dusun Buduk, Desa Malangrejo, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tewas tertabrak Kereta Api pada Jumat (2/12/2022). 

Kapolsek Banyuurip, AKP Beni Murtopo, menduga, korban tertabrak Kereta Api 159B Lodaya jurusan Solo - Bandung, saat hendak menyeberangi lintasan rel Kereta Api di Petak Jalan 485 + 9/7 ikut Dusun Tegalkuning, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Baca Juga:
Viral Kecelakaan KA Sancaka Tertabrak Truk Pembawa Mobil, Ini Penjelasan KAI

"Dari keterangan saksi, ia melihat korban sedang berdiri di samping Rel Kereta Api hendak menyeberang sekitar pukul 09.05 WIB. Ketika Kereta Api melintas, saksi tersebut melihat korban tiba-tiba menghilang," ungkap Beni kepada wartawam, Sabtu (03/12/2022). 

Melihat hal itu, lanjut Beni, saksi berpikiran bahwa korban terseret Kereta Api. Saksi pun bergegas mendekat ke arah Rel Kereta Api.

Baca Juga:
KA Sancaka Tertabrak Truk Tronton Pengangkut Mobil di Mojokerto

Dan benar saja, ia melihat potongan tubuh korban sudah berserakan di sepanjang Rel Kereta Api sejauh kurang lebih 100 meter. 

Tak lama kemudian, anggota Polsek Banyuurip, tim Inafis Polres Purworejo, dan petugas Kesehatan dari Puskesmas Banyuurip mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan evakuasi tubuh korban. 

Baca Juga:
Terlindas KA Babaranjang, Pemuda Bandar Lampung Ini Tewas Mengenaskan

"Korban diperkirakan langsung meninggal di tempat. Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Tjitrowardojo sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga," ucapnya.

Lebih lanjut, Beni mengungkapkan bahwa telah mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga korban.

Dari usaha itu, pihaknya mendapatkan konfirmasi bahwa korban tidak memiliki riwayat sakit jasmani ataupun kejiwaan. 

"Pihak keluarga korban juga mengatakan bahwa korban tidak ada permasalahan baik pribadi maupun masalah keluarga. Kondisi fisik dan kejiwaannya juga baik, sehingga kejadian itu murni kecelakaan," katanya. 

Terpisah, Narti (32), Kakak korban menceritakan bahwa kejadian nahas itu menimpa adiknya saat hendak mencari keong di sawah. 

Pasalnya, beberapa jam sebelum kejadian yakni sekitar pukul 06.00 WIB, YNW sempat membahas ingin makan serundeng keong.

Narti pun menyuruh YNW (korban) untuk membeli bahan-bahan semisal kelapa parut dan bumbu, serta mencari keong sendiri. 

Kemudian, Narti berencana memasak serundeng keong menggunakan bahan yang sudah disiapkan adiknya. 

"Waktu jam 6 pagi itu (2/12/2022), adik saya ngomong pengen makan serundeng keong. Terus saya bilang, 'kamu yang cari saya yang masak'. Saya juga sudah kasih uang untuk beli bahannya. Mungkin dari situ, dia langsung cari keong di sawah," cerita Narti saat ditemui di rumahnya di Dusun Karangwaru, Desa Kliwonan, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (03/12/2022). 

Ia pun menegaskan bahwa adiknya tidak memiliki gangguan jiwa ataupun depresi.

Bahkan, sang adik sudah janjian mau jalan-jalan dengan teman-temannya. 

Sang adik (YNW) juga telah merencanakan acara perayaan ulang tahun anaknya dan peringatan hari pernikahan pada 27 Desember 2022 yang akan datang.

Perayaan itu rencananya akan diadakan di rumah suami YNW di Desa Malangrejo, Kecamatan Banyuurip, Labupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Namun, takdir berkata lain. YNW lebih dahulu dipanggil Yang Maha Kuasa.

Korban diketahui meninggalkan suami dan seorang bayi berusia sekitar 10 bulan.

Lantas, jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Jumat (2/12/2022) sore. (fhm/sumber:tribunyogya)