Permintaan Tiket Pesawat dan Hotel Meningkat Jelang Momen Libur Nataru

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 07/Des/2022 20:19 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) memproyeksikan potensi bisnis di Industri penerbangan naik signifikan.

INACA memproyeksikan kenaikan signifikan hingga 25% terjadi pada beberapa rute penerbangan. Kenaikan ini dipicu dari peningkatan akan arus mudik dan liburan akhir tahun.

Baca Juga:
Tiket Penerbangan Internasional Akan Naik 5 Persen?

“Rute-rute tertentu seperti Medan, Manado, Denpasar, Yogyakarta, Surabaya, Makassar akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2021. Kenaikannya di kisaran 20% hingga 25%,” kata Sekretaris Jenderal INACA Bayu Sutanto kepada wartawam (06/12/2022).

Seiring dengan peningkatan okupansi pesawat hingga peningkatan pada rute penerbangan tersebut, harga tiket pesawat tentunya akan ikut naik.

Baca Juga:
INACA: Dampak Keterbatasan Jumlah Pesawat, Target Penumpang Tahun 2023 Tidak Tercapai

“Dengan peningkatan jumlah penumpang tentu pendapatan akan naik, demikian juga harga tiket yang bisa optimal naiknya sesuai dengan hukum supply - demand,” lanjut Bayu.

Umumnya perusahaan maskapai akan menaikkan harga tiket mengikuti ambang batas harganya, hal ini sejalan dengan peningkatan permintaan yang ada.

Baca Juga:
AirAsia Diskusi Keselamatan Penerbangan Bareng KNKT dan INACA

Lebih lanjut Bayu berharap Nataru tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Mengingat pembatasan bepergian sudah di level minimal dan masyarakat juga sudah banyak yang vaksin booster.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan saat ini mulai ada peningkatan terhadap permintaan penerbangan.  “Saat Nataru memang selalu ada peningkatan, jadi kita bersiap untuk hal tersebut,” kata Irfan kepada Kontan (06/12).

Sama halnya dengan jasa penerbangan, jasa layanan Hotel juga turut merasakan hal yang sama.

CEO Dafam Hotel Management Andhy Irawan mengaku saat ini trend reservasi di hotelnya lebih baik dari tahun sebelumnya. 

“Seluruh Hotel Dafam di seluruh Indonesia telah membuat paket kamar+dinner dan juga event-event tentunya, yang semua ini tujuannya untuk menaikkan revenue hotel dan diharapkan okupansi 80-100%,” kata Andhy.

“Pastinya meningkat ya di mana tren reservasi untuk Nataru 2022 lebih tinggi dari tahun lalu,” katanya.

Meski tidak menargetkan nilai pendapatannya, Andhy mengaku menjelang Nataru perusahaan telah melakukan berbagai persiapan.

“Seluruh Hotel Dafam di seluruh Indonesia telah membuat paket kamar+dinner dan juga event-event tentunya, yang semua ini tujuannya untuk menaikkan revenue hotel dan diharapkan okupansi 80-100%,” kata Andhy.(fhm/sumber:kontan)