Angkasa Pura II Kenalkan Konsep Airport Command Center Multikendali di Bandara Soekarno-Hatta

  • Oleh : Naomy

Rabu, 19/Apr/2023 06:46 WIB
ACCM di Bandara Soetta ACCM di Bandara Soetta

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Lalu lintas penerbangan pada periode Angkutan Lebaran 2023 di bandara PT Angkasa Pura II diproyeksikan menyamai Angleb 2019 sebelum adanya pandemi Covid-19.

Sejalan dengan itu dalam Angleb 2023, AP II meningkatkan kesiapan dalam mengantisipasi tumbuhnya penerbangan dan penumpang pesawat khususnya di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia. 

Baca Juga:
Lewat Program APEX in Safety, ACI dan Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Standar Keselamatan

“Setelah tiga tahun sejak pandemi, masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik tanpa status PPKM sejalan dengan semakin baiknya penanganan pandemi. Di dalam mengantisipasi peningkatan penerbangan pada Angleb 2023, kami harus melakukan cara-cara yang tidak biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," tegas President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Rabu (19/4/2023).

Oleh karena itu, pada Angleb 2023 ini, untuk pertama kalinya AP II mengenalkan konsep Airport Command Center Multikendali guna memastikan kelancaran operasional Bandara Soekarno-Hatta sebagai bandara jangkar rute domestik.

Baca Juga:
Bandara Radin Inten II Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Fasilitas untuk Penerbangan Haji 2024

Pada pagi ini, AP II bersama stakeholder melakukan tinjauan ke Airport Command Center Multikendali yang terletak di kawasan Bandara Soekarno-Hatta. 

“Melalui Airport Command Center Multikendali keseluruhan operasional Bandara Soekarno-Hatta dapat dipantau untuk memastikan terpenuhinya aspek keselamatan, keamanan, pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi," katanya.

Baca Juga:
Bandara Angkasa Pura II Mulai Layani Keberangkatan Calon Jemaah Haji

Airport Command Center Multikendali mengintegrasikan infrastruktur teknologi yang dimiliki Bandara Soekarno-Hatta yakni Airport Operation Control Center (AOCC), Airport Infrastructure Control Center (AICC), Land Transport Operation Center (LTOC) dan Airport Security Operation Center (ASOC). 

AOCC merupakan infrastruktur teknologi yang menyediakan beragam informasi terkait operasional dan pengelolaan sumber daya bandara seperti alokasi parkir pesawat, boarding lounge, konter check-in dan lainnya.

Sementara itu, AICC merupakan infrastruktur teknologi guna memonitor infrastruktur vital bandara guna memastikan keandalan kelistrikan yang menyangkut aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Sedangkan LTOC digunakan untuk mengelola dan memantau layanan transportasi darat bagi penumpang, seperti ketersediaan bus, taksi, taksi online dan transportasi pemadu moda lainnya. 

Terakhir ASOC, infrastruktur teknologi guna mendukung keamanan berjalan dengan baik di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, antara lain dengan memastikan keseluruhan operasional sekitar 1.200 unit CCTV berjalan baik.

“AOCC, AICC, LTOC dan ASOC terintegrasi di bawah Airport Command Center. AP II dan seluruh stakeholder bersinergi dan berkolaborasi di Airport Command Center, dan sejauh ini peningkatan penerbangan saat Angleb 2023 dapat dikelola dengan baik didukung adanya Airport Command Center,” jelas Awaluddin. 

Dia menuturkan, Airport Command Center Multikendali sangat berperan penting dalam mengantisipasi lonjakan penerbangan pada puncak arus mudik Angleb 2023 pada 19 - 21 April 2023. 

Pada puncak arus mudik hari ini, jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diproyeksikan mencapai sekitar 171.000 orang dengan pergerakan pesawat sebanyak 1.208 penerbangan. 

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Dwi Ananda Wicaksana menambahkan, Airport Command Center Multikendali memastikan operasional bandara dan penerbangan serta layanan ke penumpang selalu optimal.

“Melalui Airport Command Center Multikendali, seluruh stakeholder Bandara Soekarno-Hatta terintegrasi dan berkolaborasi erat untuk mengimplementasikan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM), tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) maskapai terjaga, begitu juga Level of Service ke penumpang dapat berjalan optimal sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 178/2015 optimal," ungkapnya.

Setiap data dan informasi yang diterima dari Airport Command Center menjadi dasar kami dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat,” ujar Dwi Ananda.

Airport Command Center Multikendali diperkuat perwakilan dari seluruh stakeholder bandara terdiri dari 4A yakni Airport Operator, Airline Operator, Air Navigation, dan Authorities.

Pada Angkutan Lebaran dari H-10 hingga H-4 pada Angleb 2023, jumlah penumpang di 20 bandara AP II secara kumulatif telah mencapai 1,50 juta penumpang atau meningkat sekitar 24% dibandingkan dengan periode yang sama pada Angleb 2022. 

Sementara untuk jumlah pergerakan pesawat naik 15% menjadi sekitar 11.000 penerbangan.

Khusus Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang naik 17% menjadi 914.333 penumpang, dan pergerakan pesawat tercatat 6.666 penerbangan. (omy)