John `Jack` Phillips, Sosok Pahlawan di Balik Tragedi Tenggelamnya Kapal Titanic

  • Oleh : Redaksi

Jum'at, 26/Feb/2021 00:09 WIB
John John "Jack" Phillips. | Wikimedia Commo

Jakarta (BeritaTrans.com) - ​​​​​​Tenggelamnya RMS Titanic di Samudra Atlantik pada 15 April 1912 silam menjadi tragedi paling menghebohkan di awal abad ke-20. Sebanyak ribuan nyawa melayang dan menyisakan duka mendalam. Namun, di balik peristiwa tragis tersebut, terdapat sosok pahlawan yang terabaikan.

Sosok tersebut adalah John “Jack” Phillips. Phillips bekerja sebagai kepala operator nirkabel kapal Titanic. Phillips mempunyai peran yang terbilang besar dalam menyelamatkan sebagian nyawa penumpang dan sibuk mencari bantuan ketika RMS Titanic perlahan tenggelam usai menabrak gunung es di Samudra Atlantik.

John `Jack` Phillips, Sosok Pahlawan di Balik Tragedi Tenggelamnya Titanic (1)

RMS Titanic. | Wikimedia Commons

 

Suasana di RMS Titanic begitu panik dan mencekam paska benturan, namun Phillips tiada hentinya menembakkan pesan ke seberang laut sampai saat-saat terakhir. Berkat usahanya, sebanyak 705 dari 2.224 penumpang berhasil diselamatkan.

Nahasnya, meskipun dinilai telah menyelematkan banyak penumpang, Phillips sendiri harus gugur dalam tragedi tersebut. Sejak saat itu, nasib Phillips terus menjadi perdebatan oleh sejumlah pakar dan ilmuwan. Namun, ia layak dikenal sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan banyak penumpang Titanic.

 

Kisah heroiknya memiliki arti besar bagi Lyn Wilton, seorang warga Australia yang masih berhubungan keluarga dengan sang awak kapal. Setelah melacak silsilah keluarga, ditemukan fakta bahwa mereka berdua terikat hubungan saudara dari pihak bapak Lyn. “Sungguh sebuah kejutan besar. Saya senang mendengarnya,” ujar Lyn.

Satu bulan sebelum RMS Titanic berlayar, Phillips baru saja dipromosikan sebagai operator nirkabel senior di bawah perusahaan Marconi. Ia lalu bergabung dengan perusahaan pelayaran White Star Line yang membangun kapal tersebut dan dikirim ke galangan kapal Harland & Wolf di Belfast, Irlandia Utara.

John `Jack` Phillips, Sosok Pahlawan di Balik Tragedi Tenggelamnya Titanic (2)

Ilustrasi John "Jack" Phillips ketika menjalankan tugasnya sebagai operator. | Wikimedia Commons

 

Saat itu, RMS Titanic merupakan sebuah mahakarya. Sang pembuat kapal mengklaim, karyanya tidak bisa tenggelam. Perjalanan perdana Titanic dimulai dari Southampton, Inggris, 10 April 1912 menuju New York, Amerika selama empat hari.

 

Phillips yang turut merayakan ulang tahunnya yang ke-25 di kapal, dua hari sebelum bencana terjadi. Ia ditempatkan bersama operator nirkabel lain bernama Harold Bride. Mereka memasang peralatan nirkabel yang memungkinkan terjalinnya komunikasi dengan penumpang kapal. Itu juga membantu kapal menghubungi kapal lain demi memperingatkan tanda bahaya.

Pada 14 April 1912, Titanic berpapasan dengan gunung es pada pukul 23.30 waktu setempat. Sebelumnya kapal lain telah memberi peringatan, sayangnya Titanic terus melaju. Kapal terakhir, Californian menyuruh tim kapal Titanic mematikan mesin karena dikelilingi oleh bongkahan es.

Andai saja Phillips mengindahkan pesan tersebut dan berbicara kepada nahkoda untuk menghentikan kapal, barangkali kemegahan Titanic masih dapat disaksikan di hari-hari berikutnya. Namun, Phillips tengah bekerja keras mengantar pesan para penumpang yang sempat terhambat akibat sistem di kapal melalui Cape Race rusak.

 

Di sela-sela kesibukan, operator Bride menuju ruang operator dan berniat tukar jaga dengan Phillips. Saat itu juga Kapten Smith masuk dan menginstruksikan agar Phillips segera mengirim sinyal bahaya. Alasannya begitu mengerikan, kapal Titanic menabrak gunung es.

Baik Phillips maupun Bride seketika bekerja sama untuk mengirimkan pesan, berusaha meminta bantuan dari kapal lain. Sampai akhirnya Titanic sedikit demi sedikit tenggelam pada pukul 02.17 dan tiga menit berselang, tak terlihat lagi sepenuhnya.

John `Jack` Phillips, Sosok Pahlawan di Balik Tragedi Tenggelamnya Titanic (3)

Peristirahatan terakhir Phillips di Farmcombe, Inggris. | Wikimedia Commons

 

Bride berhasil menyelamatkan diri di atas sekoci yang terbalik. Sementara keberadaan Phillips menjadi pertanyaan. Seorang perwira kedua yang selamat, Charles Lightoller mengatakan bahwa ia melihat Phillips satu perahu dengan Bride, yakni sekoci B.

“Saat kapal berbalik, semua perhitungan dan informasi yang ia berikan tepat. Kami tertolong karenanya (Phillips), meski ia tak termasuk di dalamnya. Saya sempat melihatnya di atas air, orang-orang berusaha membawanya ke atas sekoci. Namun, semua sudah terlambat,” tulis Lightroller dalam bukunya: Titanic and Other Ships. (lia/sumber:kumparan.com)