Rem Mendadak Blong, Bus STJ Tabrak 3 Sepeda Motor di Semarang

  • Oleh : Bondan

Selasa, 02/Mar/2021 08:50 WIB
Bus Sudiro Tungga Jaya mengalami pecah kaca pada bagian depan dalam kecelakaan lalulintas di Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Senin (1/3/2021). Foto: Tribunjateng.com Bus Sudiro Tungga Jaya mengalami pecah kaca pada bagian depan dalam kecelakaan lalulintas di Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Senin (1/3/2021). Foto: Tribunjateng.com

UNGARAN (BeritaTrans.com) - Bus Sudiro Tungga Jaya (STJ) yang melintas di jalan umum Salatiga menuju Karanggede Boyolali tepatnya di Dusun Gumul, Desa Ngasinan, Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, mengalami kecelakaan, Senin (1/3/2021).

Dalam peristiwa kecelakaan lalulintas yang terjadi sekira pukul 14.45 WIB tersebut mengakibatkan tiga orang pengemudi sepeda motor luka-luka.

Baca Juga:
Imbas Larangan Mudik, Terminal Kota Bekasi Sunyi Sepi Sendiri

Masing-masing adalah Rivaldo (16), Rumtias (23), dan Dwi Ela (17).

Kanit Laka Satlantas Polres Semarang Ipda Setyo Wibowo mengatakan kronologis kejadian bermula ketika Bus Sudiro Tungga Jaya nopol AD 1488 CU yang dikemudikan Sunarto (56) warga Blora melaju dari arah Salatiga menuju Karanggede tetapi sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) rem mendadak blong.

Baca Juga:
Ribuan Bus Antarkota Menghilang dari Tol Cikampek

"Akibatnya tabrakan tidak bisa dihindari. Bus yang melaju menabrak sepeda motor Beat H 5724 ZI dan Vario AD 3759 AQD serta Satria FU 150 nopol H 2821 ZI," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (1/3/2021)

Menurut Ipda Setyo, adapun sopir bus Sunarto (56) tidak mengalami luka-luka dan dalam kondisi sadar.

Baca Juga:
Mudik Dilarang, Puluhan Bus AKAP Diputar Balik di Exit Tol Ngawi

Sementara itu, pengemudi sepeda motor Rivaldo (16) mengalami luka pada tangan kanan, serta memar di dada.

Kemudian, Rumtias (23) mengalami nyeri pada kedua tangannya dan korban lain atas nama Dwi Ela (17) terdapat luka lecet di kaku dan bagian pinggul.

"Atas peristiwa kecelakaan lalulintas ini menimbulkan kerugian materiil senilai Rp 10 juta," katanya. (Tribunjateng.com)