Menhan Prabowo Subianto Dorong Komando Teritorial Dibangun dan Diberdayakan: Mereka Ujung Tombak Sishankamrata

  • Oleh : Dirham

Kamis, 05/Janu/2023 10:53 WIB
Menhan Prabowo Subianto. Menhan Prabowo Subianto.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran pejabat Eselon I dan Eselon II Kementerian Pertahanan di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Kemhan, Jakarta, Senin (2/1/2023). 

Dalam pengarahannya, Prabowo menyatakan, Komando Teritorial (Koter) merupakan ujung tombak Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). 

Untuk itu, Prabowo menggarisbawahi pentingnya membina dan membangun kekuatan teritorial mulai dari Babinsa, Korem, Koramil, Kodim, Kodam, dan Kogabwilhan. 

"Dari Sishankamrata, turunannya adalah perkuatan Komando Teritorial (Koter) dan kita harus perbaiki Koter, kita berdayakan," katanya. 

Tekad tersebut kemudian direalisasikan dengan pemberian bantuan kendaraan bermotor dan alat komunikasi kepada para Babinsa di sejumlah Koramil agar mereka dapat bekerja dengan lebih baik. 

Saat mengunjungi sejumlah daerah, Prabowo mengungkapkan dia melihat sendiri bagaimana unsur komando teritorial sudah menjalankan tugasnya dengan cukup baik dan efektif dalam menjaga stabilitas pertahanan negara. 
"Jadi, saat berkeliling, saya lihat Babinsa kita cukup efektif. Koter, Babinsa, Koramil sudah berfungsi dengan baik untuk menjaga stabilitas negara," kata Prabowo. 

Selanjutnya, pemberian kendaraan bermotor dan alat komunikasi tersebut akan dibagikan kepada Babinsa di seluruh wilayah Indonesia. Selain sebagai bagian dari pertahanan teritorial, hal ini juga terkait dengan rencana pertahanan jangka panjang Indonesia.

Prabowo kemudian juga menyinggung perihal pertahanan pulau-pulau besar yang menjadi bagian penting dari doktrin teritorial Indonesia. Dia berharap masing-masing pulau besar dapat dilengkapi dengan infrastruktur dan instalasi yang memadai. 

"Jadi, dalam sistem Hankamrata wujudnya adalah doktrin teritorial. Pertahanan kita adalah pertahanan pulau-pulau besar. Setiap pulau besar harus mampu bertahan sendiri. Apabila terjadi perang atau kondisi di mana tidak ada harapan untuk pengiriman (logistik) dari pulau ke pulau, maka instalasi harus dibangun di pulau-pulau besar itu," katanya. (ds/sumber Sindonews.com)