Cek Stasiun Cikini, Anies Temukan Banyak Warga Mau Ngantor Saat PPKM Darurat

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 07/Jul/2021 13:46 WIB


Jakarta (BeritaTrans.com) - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengecek Stasiun Cikini, Jakarta Pusat (Jakpus), di hari kelima PPKM darurat. Anies menyebut banyak pekerja sektor non-esensial dan kritikal yang mau ngantor saat PPKM darurat.

Anies mengecek Stasiun Cikini bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji. Anies menyebut mobilitas warga di luar sektor esensial dan kritikal masih tinggi di tengah PPKM darurat.

Baca Juga:
Capres Anies Baswedan Janjikan Aktifkan Lagi Jalur Kereta Api di Sumbar

"Di Stasiun Cikini melihat kedatangan para pekerja yang pada hari Rabu ini bekerja. Pak Pangdam, Pak Kapolda, dan Kajati, kita sama-sama me-review dan menemukan masih banyak perusahaan-perusahaan yang mengharuskan pekerjanya untuk masuk. Padahal perusahaan tersebut tidak bergerak di bidang kritikal dan esensial," kata Anies di Stasiun Cikini, Jakarta, Rabu (7/7/2021).

Anies menyebut para karyawan di sektor non-esensial itu tetap diminta masuk ke kantor. Dia menyebut para pekerja itu bekerja di bidang perhotelan hingga penjaga toko.

Baca Juga:
Proyek Pembangunan MRT Harmoni-Mangga Besar Dimulai

"Yang kita saksikan tadi adalah masih banyak mereka yg diharuskan masuk walaupun bukan bidang esensial. Ada perhotelan, penjaga toko, perusahaan perkebunan, perusahaan pertambangan, yang itu semua tidak termasuk esensial dan kritikal," ujar Anies.

Anies meyakini para pekerja tersebut hanya mengikuti perintah dari pemberi kerja atau perusahaan. Dia meminta perusahaan bertanggung jawab melindungi para pekerja saat Corona sedang melonjak.

Baca Juga:
Gubernur Anies Undang Investor dari Uni Emirat Arab untuk Kembangkan MRT dan LRT

"Para pekerja pasti mengikuti perusahaan. Karena itu pemilik perusahaan harus mengambil sikap bertanggung jawab untuk melindungi pekerja dan warga Jakarta. Ini soal keselamatan, bukan soal untung-rugi, tapi soal nyawa," ucap Anies.

Dia mengaku temuan tersebut akan ditindaklanjuti pihaknya. Dia berjanji akan melakukan tindakan tegas bagi para perusahaan non-esensial dan kritikal yang tetap meminta karyawannya untuk bekerja di kantor.

"Kami ingin ingatkan pada para petinggi perusahaan untuk melindungi karyawannya dan melindungi Jakarta dengan cara mengikuti ketentuan pemerintah. Dan menggunakan kesadaran untuk mengambil sikap dan mengambil keputusan manajemen yang sifatnya memotong mata rantai penularan," ujar Anies.

"Jadi kita catat perusahaannya. Maka yang diproses adalah perusahaannya. Perusahaan itu yang didatangi oleh tim kita," sambungnya.

Para pekerja yang tetap diminta masuk ke kantor tersebut tidak diminta pulang. Namun, para pekerja tersebut akan didata untuk mengetahui perusahaan mana saja yang melanggar aturan PPKM darurat.

"Jadi tadi tidak ada yang dipulangkan, tapi perusahaan tempat mereka kerja akan didatangi dan perusahaan itu yang akan diberikan sanksi. Pimpinan perusahaan pemilik perusahaan tanggung jawab atas aturan di perusahaannya," ucap Anies.  (ny/Sumber:detik.com)