Sebanyak 130 Orang Ikut Padat Karya 5 UPT Ditjen Hubla di Jakarta

  • Oleh : Naomy

Senin, 27/Sep/2021 18:29 WIB
Padat karya di lima UPT Ditjen Hubla di Jakarra Padat karya di lima UPT Ditjen Hubla di Jakarra

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Dalam rangka meningkatkan kenyamanan, keamanan dan kesehatan lingkungan kerja khususnya pada Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah Kalijapat Jakarta, Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kembali menggelar program Padat Karya. 

Baca Juga:
Pengamat: Penting, Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Berkesinambungan

Kegiatan Padat Karya kali ini secara serentak dilaksanakan oleh 5 (lima) UPT Ditjen Hubla di wilayah Kalijapat di hadiri oleh Direktur Kenavigasian, Hengki Angkasawan dan Anggota DPD Dapil Provinsi DKI Jakarta, Fahira Idris sebagai Mitra Kerja Kementerian Perhubungan RI. 

Adapun ke lima UPT Ditjen Hubla dimaksud yakni Distrik Navigasi Tanjung Priok,  Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Tanjung Priok, Balai Kesehatan Kerja Pelayaran, Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kepulauan Seribu. 

Baca Juga:
Mantap, PNBP Ditjen Hubla Tahun 2021 Sektor Perkapalan dan Kepelautan Capai Rp48,2 Miliar

Kegiatan ini melibatkan  peserta sebanyak 130 orang masyarakat yang berasal dari Kelurahan Tanjung Priok, Kelurahan Sungai Bambu, Kelurahan Warakas dan Keluarahan Pademangan Barat.

Direktur Kenavigasian, Hengki Angkasawan dalam pengarahan mengatakan bahwa pekerjaan kegiatan padat karya kali ini merupakan pekerjaan yang bersifat bakti-pengabdian di mana lima UPT Ditjen Hubla secara bersama-sama bersinergi dan bekerjasama.

Baca Juga:
Kemenhub Gandeng Swasta Manfaatkan SROP Meulaboh

Merea memperbaiki segala sesuatu yang terkait dengan kenyamanan, keamanan dan kesehatan lingkungan kerja yang ada di wilayah kerja masing-masing.

“Selain itu, program padat karya ini merupakan solusi  untuk mengurangi pengangguran, membantu pemulihan ekoniomi masyarakat yang terdampak akibat dari Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan oleh UPT Ditjen Hubla seperti Distrik Navigasi Tg. Priok serta UPT di wilayah atau lingkungan Kalijapat” kata Hengki.

Menurutnya, Pemerintah menyadari bahwa dampak dari Pandemi Covid-19 ini sangatlah besar, penyebaran virus Covid-19 telah menghambat kegiatan perekonomian nasional dan dampaknya terhadap tingkat kesejahteraan sosial semakin dirasakan masyarakat.

Terkait dengan hal ini, maka sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar yang terkena dampak dari pandemi Covid-19

Sedangkan untuk pekerjaan Padat Karya kali ini sebagian besar difokuskan pada pembersihan lingkungan di sekitar area perkantoran masing-masing.

"Terkecuali untuk kantor KSOP Kep. Seribu, ada beberapa kegiatan padat karya yang dilaksanakan di beberapa pulau diantaranya Pulau Untung Jawa, Pulau Lancang dan Pulau Kelapa" ujar Hengki.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Fahira Idris yang mengapresiasi sebesar-besarnya kepada segenap jajaran Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan para UPT atas pelaksanaan program padat karya secara masif ini. 

“Kami DPD Dapil Provinsi DKI Jakarta sangat mengapresiasi kegiatan Program padat karya karena manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang terdampak oleh Covid-19," ujar Fahira.

Pada kesempatan itu juga, dia juga menyerahkan Piagam Penghargaan DPD kepada lima Kepala UPT Ditjen Hubla di wilayah Kalijapat dan Para Gugus Satuan Tugas Covid-19 Jakarta Utara atas dedikasi yang tidak kenal lelah dalam menjalankan tugasnya masing-masing,  sehingga lingkungan kerja dan masyarakat tetap aman, lancar, tertib dan kondusif selama masa Pandemi Covid-19.

Kepala Distrik Navigasi Tanjung Priok Raymond Ivan H.A.S dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Padat Karya yang merupakan salah satu bentuk program Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dimaksudkan selain untuk mendayagunakan    sumber daya dan tenaga kerja lokal dalam pembangunan dan perawatan sarana prasarana, juga untuk memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat serta meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberdayaan masyarakat. 

"Dengan adanya kegiatan padat karya diharapkan dapat membangkitkan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat," ulasnya.

Rincian kegiatannya adalah Distrik Navigasi Tanjung Priok, melaksanakan pembabatan semak belukar area dermaga dan belakang SROP Jakarta dengan peserta 45 orang dari Kelurahan Sungai Bambu.

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok berupa pemeliharaan dermaga dengan melibatkan 25 peserta dari Kelurahan Pademangan Barat dan Warakas.

20 peserta di Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP) mengerjakan pembersihan taman, pagar stainless, selokan dan pengecatan kanstin. Pekerja dari Kelurahan Tanjung Priok.

Padat karya di Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP)  membersihkan Lahan dengan melibatkan 20 peserta dari Kelurahan Warakas.

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kepulauan Seribu membabat lahan, pemeliharaan gedung dan bangunan dengan 20 peserta dari Kelurahan Pademangan Barat, Kelurahan Pulau Kelapa, Kelurahan Pulau Lancang, dan Kelurahan Pulau Untung Jawa. 

Kegiatan tersebut ditutup dengan peninjauan secara langsung pelaksanaan padat karya di masing-masing UPT.  (omy)